Sidoarjo, baratapersada.com. Kepedulian terhadap warga yang membutuhkan perlindungan sosial membawa Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Sidoarjo, Moch. H. Dhamroni Chudori, M.Si, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Desa Grogol, Kecamatan Tulangan. Namun kunjungan kemanusiaan tersebut justru mengungkap persoalan lain yang dinilai tidak kalah serius, yakni dugaan pembakaran sampah secara terbuka yang asapnya mengarah ke kawasan permukiman warga.
Sidak dilakukan setelah Dhamroni menerima laporan mengenai dua balita penyandang Cerebral Palsy yang membutuhkan perhatian pemerintah. Tanpa menunda waktu, ia turun langsung bersama Camat Tulangan Moch. Andi Sulistiono, S.STP., M.Si, Kepala Puskesmas Tulangan dr. Teguh Arief Dwiyanto, Kepala Desa Grogol Titik Fidiyati, perangkat desa, serta kader kesehatan untuk memastikan kondisi kedua anak sekaligus mengevaluasi bentuk pendampingan yang telah diberikan.
Rumah pertama yang dikunjungi adalah kediaman Muhammad Rasyiqul Arzan (5), warga RT 03 RW 03 Desa Grogol. Bocah tersebut hidup dengan Cerebral Palsy yang memerlukan terapi dan pendampingan secara berkelanjutan.
Di rumah itu, rombongan juga mendapati nenek Arzan, Sulami, yang mengalami keterbatasan mobilitas sehingga membutuhkan alat bantu berjalan agar dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih layak.
Tidak berhenti di sana, rombongan kemudian bergerak menuju rumah May Nia Sari, orang tua dari Arsel Al Adzan Kurniawan (3) yang juga menderita Cerebral Palsy. Kondisi kedua balita tersebut menjadi perhatian serius karena memerlukan layanan kesehatan, terapi, serta dukungan sosial yang berkesinambungan.

Namun di sela-sela kunjungan tersebut, perhatian rombongan mendadak tertuju pada kepulan asap pekat yang berasal dari lokasi pembakaran sampah.
Hasil peninjauan di lapangan menunjukkan asap tersebut mengarah ke kawasan Perumahan Harmoni Kota, Desa Grogol. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran karena warga berpotensi menghirup asap hasil pembakaran dalam aktivitas sehari-hari.
Setelah dilakukan penelusuran, sumber asap diduga berasal dari lokasi pembuangan dan pembakaran sampah di kawasan Perumahan Candi Pratama, Kecamatan Candi.
Melihat kondisi tersebut, Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Sidoarjo langsung menghubungi Camat Candi dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Sidoarjo agar segera dilakukan pengecekan di lapangan, penanganan, serta penelusuran apakah aktivitas tersebut telah sesuai dengan ketentuan pengelolaan lingkungan hidup.

Langkah cepat tersebut dilakukan karena persoalan lingkungan dinilai memiliki hubungan erat dengan kesehatan masyarakat, terlebih bagi anak-anak dan kelompok rentan.
Ketua Komisi D: Negara Tidak Boleh Membiarkan Warga Berjuang Sendiri
Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Sidoarjo, Moch. H. Dhamroni Chudori, M.Si, menegaskan bahwa kehadiran pemerintah harus benar-benar dirasakan masyarakat, terutama mereka yang hidup dalam kondisi rentan.
“Kami datang bukan sekadar melihat kondisi warga, tetapi memastikan kebutuhan mereka mendapat perhatian dan tindak lanjut. Anak-anak penyandang Cerebral Palsy membutuhkan pendampingan jangka panjang. Di sisi lain, ketika kami menemukan dugaan pembakaran sampah yang berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat, tentu tidak bisa kami abaikan. Kami langsung meminta instansi terkait segera turun agar persoalan ini ditangani sesuai aturan.”
Menurutnya, pelayanan kesehatan dan lingkungan yang sehat merupakan dua aspek yang tidak dapat dipisahkan dalam mewujudkan kualitas hidup masyarakat.
Camat Tulangan: Semua Instansi Harus Bergerak Bersama
Camat Tulangan, Moch. Andi Sulistiono, S.STP., M.Si, menyatakan pemerintah kecamatan akan mengoordinasikan langkah lanjutan bersama pemerintah desa, puskesmas, serta organisasi perangkat daerah agar kedua balita memperoleh pelayanan yang maksimal.
“Kehadiran kami hari ini adalah bentuk kepedulian pemerintah. Kami akan memastikan kebutuhan keluarga dapat ditindaklanjuti melalui mekanisme yang ada. Terkait persoalan lingkungan yang ditemukan, kami juga akan berkoordinasi dengan instansi yang berwenang agar dilakukan penanganan sesuai kewenangannya.”
Kepala Desa Grogol: Pendampingan Akan Terus Dilakukan
Secara terpisah, Kepala Desa Grogol, Titik Fidiyati, memastikan pemerintah desa tidak akan berhenti pada kunjungan simbolis semata.
“Kami akan terus mendampingi kedua keluarga ini, mulai dari pelayanan administrasi, akses bantuan sosial, hingga koordinasi dengan dinas terkait agar kebutuhan anak-anak dapat terpenuhi. Pemerintah desa juga siap mendukung langkah penanganan terhadap persoalan lingkungan yang menjadi perhatian masyarakat.”
Persoalan Lingkungan Perlu Verifikasi Menyeluruh
Temuan dugaan pembakaran sampah tersebut menjadi catatan penting dalam sidak kali ini. Meski demikian, untuk menjaga prinsip keberimbangan, diperlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh DLHK Kabupaten Sidoarjo guna memastikan sumber pembakaran, legalitas pengelolaan sampah di lokasi tersebut, serta potensi dampaknya terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Sidak yang awalnya difokuskan pada penanganan dua balita penyandang Cerebral Palsy akhirnya membuka persoalan yang lebih luas, yakni pentingnya sinergi antara pelayanan kesehatan, perlindungan sosial, dan pengawasan lingkungan. Masyarakat kini menanti langkah konkret pemerintah agar kedua anak memperoleh hak pelayanan yang layak, sementara dugaan pencemaran akibat pembakaran sampah dapat ditangani secara cepat, transparan, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.






