Beranda / Daerah / Musancab PKB Sidoarjo Rampung di 18 Kecamatan, Rizza: Dinamika Adalah Energi untuk Semakin Dekat dengan Rakyat

Musancab PKB Sidoarjo Rampung di 18 Kecamatan, Rizza: Dinamika Adalah Energi untuk Semakin Dekat dengan Rakyat

baratapersada.com

Sidoarjo// Setelah melalui rangkaian proses konsolidasi yang cukup panjang, Musyawarah Anak Cabang (Musancab) PKB Kabupaten Sidoarjo tahun 2026 akhirnya rampung di seluruh 18 kecamatan. Sebanyak 18 Ketua PAC PKB terpilih, membawa harapan baru untuk memperkuat barisan partai sekaligus memperkokoh pengabdian kepada masyarakat.

Tuntasnya Musancab bukan sekadar selesainya sebuah agenda organisasi. Bagi keluarga besar PKB Sidoarjo, momentum tersebut menjadi langkah penting untuk menata kembali kekuatan di tingkat bawah, menyatukan berbagai pandangan, dan memastikan denyut perjuangan partai tetap terasa hingga ke tengah-tengah masyarakat.

Ketua DPC PKB Kabupaten Sidoarjo, H. Rizza Ali Faizin, M.Pd.I, menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada seluruh ulama, masyayikh, kiai, tokoh masyarakat, pengurus, serta kader PKB yang telah ikut mengawal seluruh tahapan Musancab.

Menurut Rizza, keberhasilan menyelesaikan Musancab di 18 kecamatan menunjukkan bahwa struktur dan kehidupan organisasi PKB di tingkat akar rumput masih sangat kuat. Konsolidasi tersebut diharapkan menjadi pijakan untuk membangun organisasi yang semakin solid dan mampu bergerak lebih cepat dalam menjawab kebutuhan masyarakat.

“Hasil Musancab ini akan kami laporkan ke DPW untuk kemudian secepatnya dikukuhkan sekaligus melengkapi struktur, sehingga mesin partai bisa berjalan maksimal,” ujar Rizza.

Ia tidak menampik bahwa perjalanan Musancab di sejumlah wilayah berlangsung penuh dinamika. Perbedaan aspirasi, pandangan, maupun pilihan dalam proses organisasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sebuah partai politik.

Namun, Rizza menilai dinamika tersebut tidak semestinya dipandang sebagai persoalan. Justru dari perbedaan itulah komunikasi dan konsolidasi dapat semakin matang.

Menurutnya, para figur yang terpilih sebagai Ketua PAC merupakan hasil dari proses dialog dan komunikasi di masing-masing wilayah, dengan mempertimbangkan berbagai masukan dari para kiai, ulama, tokoh PKB, serta kader di tingkat kecamatan.

“Dinamika itu biasa. Yang penting setelah Musancab selesai, kita kembali bersatu. Jangan ada lagi sekat. Semua adalah bagian dari keluarga besar PKB yang memiliki tanggung jawab yang sama untuk membesarkan partai dan memberikan manfaat kepada masyarakat,” ungkapnya.

Rizza bahkan melihat tingginya dinamika selama Musancab dari sisi yang positif. Saat ditanya mengenai tensi politik yang berkembang, pria yang juga menjabat sebagai Kasatkorwil Banser Jawa Timur tersebut menanggapinya dengan nada ringan.

Menurutnya, banyaknya aspirasi dan tingginya perhatian terhadap Musancab menjadi sinyal bahwa PKB masih memiliki daya tarik politik yang kuat.

“Ini menunjukkan PKB masih diminati. Artinya PKB masih menjadi partai besar yang mengakar di Sidoarjo,” kata Rizza.

Pernyataan tersebut sekaligus menggambarkan bahwa PKB tidak hanya memiliki struktur organisasi, tetapi juga mempunyai hubungan yang kuat dengan masyarakat. Basis tersebut menjadi modal penting untuk menghadapi berbagai tantangan politik dan sosial ke depan.

Kini, setelah 18 Ketua PAC terpilih, pekerjaan besar berikutnya menanti. Konsolidasi harus dilanjutkan sampai tingkat ranting dan kader di desa-desa. Komunikasi dengan masyarakat juga harus semakin diperkuat, karena pada akhirnya keberadaan sebuah partai akan dinilai bukan hanya dari ramainya panggung politik, tetapi dari seberapa besar manfaat yang mampu diberikan kepada rakyat.

Rizza berharap seluruh Ketua PAC terpilih mampu menjadi penggerak organisasi sekaligus jembatan antara partai dan masyarakat. Perbedaan yang sempat muncul selama proses Musancab hendaknya ditinggalkan, sementara semangat kebersamaan harus menjadi kekuatan baru.

Sebab bagi PKB Sidoarjo, politik bukan semata-mata tentang perebutan posisi. Politik harus menjadi jalan pengabdian—mendengar keluhan masyarakat, menyerap aspirasi, memperjuangkan kepentingan rakyat, dan hadir ketika masyarakat membutuhkan.

Dengan semangat tersebut, tuntasnya Musancab di 18 kecamatan diharapkan menjadi awal dari babak baru PKB Sidoarjo: lebih solid dalam organisasi, lebih kuat dalam perjuangan, dan semakin dekat dengan masyarakat.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *