baratapersada.com
Sidoarjo// Bukan sekadar memperingati kelahiran manusia paling mulia, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di lingkungan RT 02 RW 03 Desa Tulangan, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo, Senin (24/8/2026), menjadi momentum untuk menumbuhkan kembali rasa syukur, kepedulian dan persaudaraan antarwarga.
Dengan penuh kekeluargaan, seluruh warga RT 02 RW 03 berkumpul dalam suasana yang hangat dan penuh kebahagiaan. Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang bertepatan dengan 11 Rabiul Awal 1448 H itu menjadi bukti bahwa nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW masih hidup dan tumbuh di tengah masyarakat.
Yang membuat peringatan kali ini semakin berkesan adalah adanya tradisi berbagi yang dilakukan Hj. Masrufah, atau yang akrab disapa Hj. Pupah.
Dengan penuh keikhlasan, Hj. Pupah menghadirkan sebuah pohon yang dihiasi uang pecahan Rp5.000. Pohon tersebut kemudian dibagikan kepada warga. Tidak hanya itu, uang logam juga ditebarkan untuk diperebutkan masyarakat.
Sekilas, kegiatan tersebut terlihat sederhana. Namun di balik senyum dan kegembiraan warga, tersimpan pesan yang jauh lebih dalam: berbagi adalah salah satu cara mensyukuri nikmat Allah SWT.

Kebahagiaan pun terpancar dari wajah warga. Anak-anak hingga orang dewasa ikut merasakan kemeriahan. Bukan soal berapa besar nilai uang yang didapat, melainkan tentang kebahagiaan ketika seseorang dapat berbagi dan melihat orang lain tersenyum.
“Ini semua merupakan bentuk rasa syukur atas nikmat yang sudah diberikan Allah SWT. Mudah-mudahan apa yang kita lakukan dapat membawa manfaat dan keberkahan bagi semuanya,” ujar Hj. Pupah.
Semangat berbagi tersebut semakin lengkap dengan kebersamaan warga yang membawa nasi kotak untuk dibawa pulang. Seluruh hidangan itu merupakan hasil swadaya masyarakat RT 02 RW 03 Desa Tulangan.
Tidak ada jarak antara satu warga dengan warga lainnya. Semua ikut mengambil bagian sesuai kemampuan. Dari sinilah terlihat bahwa kekuatan sebuah kampung bukan hanya dibangun melalui fasilitas dan pembangunan fisik, tetapi juga melalui kepedulian dan gotong royong.
Ketua RT 02 RW 03 Desa Tulangan, Abdul Rosyid, mengapresiasi antusiasme seluruh warga yang telah ikut menyukseskan kegiatan tersebut.
“Alhamdulillah, seluruh warga bisa berkumpul dan mengikuti peringatan Maulid Nabi dengan penuh kebersamaan. Ini adalah kegiatan dari warga, oleh warga dan untuk warga. Semoga kerukunan serta kekompakan seperti ini terus terjaga,” kata Abdul Rosyid.

Menurutnya, Maulid Nabi menjadi momentum untuk mengingat kembali perjuangan dan akhlak Rasulullah Muhammad SAW. Keteladanan beliau, lanjutnya, harus diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat dengan saling menghormati, saling membantu dan tidak membiarkan tetangga menghadapi kesulitan seorang diri.
Hal senada disampaikan Lailil Luhul Mahfudloh, S.Pd. Ia menilai bahwa makna Maulid Nabi akan semakin terasa apabila mampu diterjemahkan menjadi perbuatan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
“Maulid Nabi bukan hanya tentang bagaimana kita memperingati kelahiran Rasulullah SAW, tetapi bagaimana kita meneladani akhlak beliau. Saling berbagi, menyayangi, menghormati dan peduli kepada sesama adalah bagian dari nilai yang harus terus kita hidupkan,” tuturnya.
Ia berharap semangat kebersamaan yang terlihat dalam peringatan Maulid Nabi tersebut tidak berhenti setelah acara selesai. Justru, menurutnya, semangat tersebut harus menjadi kekuatan untuk membangun lingkungan yang rukun, guyub dan penuh kepedulian.
Maulid Nabi yang sederhana, tetapi penuh makna.
Di RT 02 RW 03 Desa Tulangan, warga kembali menunjukkan bahwa kebahagiaan tidak selalu harus datang dari sesuatu yang mewah. Terkadang, kebahagiaan lahir dari kebersamaan, dari sepiring nasi yang dibawa pulang, dari uang kecil yang dibagikan dengan ikhlas, dan dari senyum tulus seorang tetangga.
Sebab ketika tangan yang memiliki mau berbagi, tangan yang menerima pun merasa dihargai. Ketika satu warga peduli kepada warga lainnya, maka tumbuhlah kekuatan yang tidak mudah dipatahkan oleh perbedaan.
Semoga semangat Maulid Nabi Muhammad SAW ini menjadi jalan datangnya keberkahan bagi seluruh warga RT 02 RW 03 Desa Tulangan. Semoga rasa syukur semakin tumbuh, rezeki semakin dilapangkan, keluarga diberikan kesehatan dan keselamatan, serta persaudaraan antarwarga senantiasa terjaga.
Karena pada akhirnya, yang membuat sebuah lingkungan menjadi indah bukanlah kemewahan yang dimilikinya, melainkan hati-hati yang masih mau berbagi, tangan-tangan yang masih mau membantu, dan warga yang masih memilih untuk berjalan bersama dalam kebaikan.






