baratapersada.com
Surabaya// Dugaan praktik prostitusi terselubung di kawasan pusat kota Surabaya kembali menjadi sorotan tajam. Kali ini, sebuah tempat hiburan malam berkedok karaoke yang berlokasi di Jl. Ruko Kedungdoro, Kecamatan Sawahan, disinyalir kuat menyediakan layanan pemuas syahwat dengan tarif yang fantastis.
Berdasarkan penelusuran mendalam dan investigasi langsung di lapangan oleh tim jurnalis, tempat hiburan tersebut tidak hanya menjual jasa pemandu lagu atau Ladies Companion (LC) untuk bernyanyi, melainkan juga memfasilitasi transaksi seksual.
Fakta mencengangkan terungkap bahwa tarif yang dipatok untuk menyewa jasa layanan ladies di lokasi tersebut tergolong kelas atas, yakni menyentuh angka hampir Rp1.000.000 (satu juta rupiah) per jam. Angka tersebut diduga mencakup paket penemani hingga layanan esek-esek yang disediakan langsung di dalam kompleks ruko tersebut.
Merusak Generasi Muda dan Citra Kota Pahlawan
Temuan ini memicu keprihatinan mendalam dari berbagai pihak. Praktik prostitusi terselubung yang berada di kawasan strategis Sawahan ini dinilai menjadi ancaman nyata yang dapat merusak moral generasi muda di Ibu Kota Provinsi Jawa Timur tersebut.
Sebagai kota yang menyandang predikat bergengsi sebagai “Kota Pahlawan”, keberadaan lokalisasi gaya baru berkedok tempat bernyanyi ini dianggap telah menodai nilai-nilai perjuangan dan religiusitas Kota Surabaya dan Masyarakat Mengharapkan Oknum terdekat untuk tidak tutup mata ,ini Surabaya Kota Pahlawan,ada apa oknum terdekat tidak mengontrol sebagai penegak Hukum adanya tempat portitusi tersebut
Publik Desak Wali Kota Surabaya Turun Tangan
Mencuatnya fakta di lapangan ini membuat publik dan warga sekitar mulai menyuarakan kegelisahannya. Masyarakat mendesak agar Pemerintah Kota Surabaya tidak menutup mata dan segera mengambil tindakan tegas.
“Surabaya ini Kota Pahlawan, harus bersih dari kemaksiatan yang terorganisir. Kami meminta dengan hormat kepada Wali Kota Surabaya beserta jajaran Satpol PP dan aparat penegak hukum untuk segera menindaklanjuti temuan ini. Jangan ada pembiaran atau kesan tutup mata terhadap lokasi prostitusi di wilayah Kedungdoro,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya
Jurnalis: Taufik






