Pemerintah Desa Grabagan, Tulangan, Sidoarjo menggelar Opening Ceremony dan Kirab Budaya HUT RI ke-81, dilanjutkan Campursari Cak Yudo-Cak Komet feat Manohara.
baratapersada.com
Sidoarjo// Semangat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terus menggema di Kabupaten Sidoarjo. Pemerintah Desa Grabagan, Kecamatan Tulangan, menggelar Opening Ceremony dan Kirab Budaya sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan sekaligus upaya merawat tradisi dan kebersamaan masyarakat.
Rangkaian kegiatan yang berlangsung meriah tersebut dimulai pukul 10.00 WIB hingga 15.00 WIB, dengan melibatkan masyarakat Desa Grabagan dari berbagai unsur. Nuansa kebudayaan, kreativitas warga, serta semangat nasionalisme berpadu dalam kegiatan yang menjadi bagian dari peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81.
Tak berhenti sampai sore, kemeriahan berlanjut pada malam hari. Mulai pukul 19.00 WIB hingga selesai, masyarakat kembali berkumpul untuk menikmati hiburan rakyat berupa Campursari Cak Yudo – Cak Komet feat Manohara.

Kegiatan tersebut bukan sekadar hiburan. Pemerintah Desa Grabagan menjadikan momentum peringatan kemerdekaan sebagai sarana napak tilas perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.
Melalui kirab budaya, masyarakat diajak mengingat kembali bahwa kemerdekaan yang dinikmati generasi saat ini tidak hadir secara cuma-cuma. Di balik merah putih yang berkibar terdapat pengorbanan, keberanian, air mata, bahkan nyawa para pejuang bangsa.

Plt Kepala Desa Grabagan, M. Taufan, mengatakan peringatan HUT RI ke-81 di Desa Grabagan sengaja dikemas dengan melibatkan masyarakat secara langsung. Menurutnya, kemerdekaan harus terus diisi dengan kegiatan positif yang mampu memperkuat persatuan dan gotong royong.
“Kegiatan ini bukan hanya untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, tetapi juga sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan yang telah berjuang merebut kemerdekaan. Kita ingin generasi sekarang tidak melupakan sejarah dan terus menjaga semangat persatuan,” ujar M. Taufan.
Ia menambahkan, kirab budaya juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk menunjukkan kreativitas sekaligus melestarikan budaya lokal.
Menurutnya, semangat kemerdekaan akan semakin bermakna apabila masyarakat mampu menjaga kebersamaan, saling menghargai dan terus bergotong royong dalam membangun desa.

“Harapannya, melalui kegiatan seperti ini rasa cinta tanah air semakin tumbuh, khususnya di kalangan generasi muda. Kemerdekaan harus kita isi dengan karya, kebersamaan dan hal-hal positif,” imbuhnya.
Sementara itu, Fery, salah seorang warga Desa Grabagan, menyambut antusias pelaksanaan kirab budaya tersebut. Ia menilai kegiatan peringatan HUT RI menjadi momentum yang mampu mempertemukan seluruh lapisan masyarakat dalam suasana penuh kegembiraan.
“Kami sebagai warga sangat senang. Kegiatan seperti ini membuat masyarakat bisa berkumpul, guyub dan merasakan kemeriahan HUT Kemerdekaan bersama-sama. Yang paling penting, kita tidak hanya bersenang-senang, tetapi juga mengingat perjuangan para pahlawan,” kata Fery.
Bagi warga Grabagan, kemerdekaan bukan sekadar seremoni tahunan. Merah putih yang berkibar dan kemeriahan kirab budaya menjadi pengingat bahwa perjuangan para pendahulu harus diteruskan melalui semangat menjaga persatuan serta membangun lingkungan dan desa.

Rangkaian acara hingga hiburan Campursari Cak Yudo – Cak Komet feat Manohara pun diproyeksikan menjadi penutup kemeriahan yang mempererat hubungan antarwarga.
Di tengah hiruk-pikuk hiburan rakyat, pesan utama peringatan HUT RI ke-81 tetap digaungkan: kemerdekaan adalah warisan perjuangan yang harus dijaga dan diisi dengan karya nyata.
Dari Desa Grabagan, semangat itu kembali dinyalakan—dengan budaya sebagai perekat, gotong royong sebagai kekuatan, dan Merah Putih sebagai simbol persatuan seluruh warga.






