Kondisi santri korban dugaan keracunan MBG di Sidoarjo berangsur membaik. Mayoritas telah pulang dan kini hanya dua santri masih dirawat.
baratapersada.com
Sidoarjo//Kabar menggembirakan datang dari para santri Pondok Pesantren Mambaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo, yang sebelumnya menjadi korban dugaan keracunan setelah mengonsumsi makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Seiring kondisi para pasien yang terus membaik, jumlah santri yang masih menjalani rawat inap di sejumlah rumah sakit di Sidoarjo kini menurun signifikan. Bahkan, mayoritas santri yang sebelumnya dirawat di RSUD R.T. Notopuro telah diperbolehkan pulang.
Kondisi tersebut dipastikan langsung oleh Ketua Komisi A DPRD Sidoarjo dari Fraksi PKB, H. Rizza Ali Faizin, M.Pd.I, yang akrab disapa Gus Rizza. Ia didampingi Elok Suciwati saat meninjau langsung penanganan para korban di RSUD R.T. Notopuro, Selasa (8/9/2026).
Kunjungan itu dilakukan untuk memastikan kondisi terkini para santri yang masih menjalani perawatan sekaligus melihat secara langsung pelayanan medis yang diberikan kepada para korban.
Gus Rizza menegaskan, dalam situasi seperti ini keselamatan jiwa harus ditempatkan sebagai prioritas utama. Karena itu, ia menyatakan dukungan penuh kepada pihak pesantren, para santri, keluarga korban, serta tenaga medis yang menangani para pasien.
“Tadi saya sudah melihat langsung dan berbincang dengan tim medis. Sebagian besar korban sudah ditangani dengan baik oleh pihak rumah sakit. Ada yang kondisinya mulai stabil, namun ada beberapa yang masih membutuhkan perawatan. Sehubungan dengan ini, kami memastikan pelayanan medis berjalan maksimal,” kata Gus Rizza.
Tinggal Dua Santri yang Masih Dirawat
Gus Rizza menyampaikan perkembangan terbaru bahwa jumlah santri yang masih membutuhkan rawat inap telah menyusut drastis.
Menurutnya, hingga Selasa pagi, hanya tersisa dua santri yang masih menjalani perawatan di rumah sakit di Sidoarjo.
Satu santri masih dirawat di RS Siti Hajar, sementara satu lainnya menjalani perawatan di RSUD R.T. Notopuro.
“Alhamdulillah per pagi ini masih ada dua pasien santri yang harus kembali dan menjalani rawat inap. Satu santri dari Jombang, satu santri lainnya dari Kecamatan Candi,” tandasnya.
Perkembangan tersebut menjadi angin segar di tengah perhatian publik yang sebelumnya tertuju pada kasus dugaan keracunan massal yang menimpa ratusan santri.
Dugaan Keracunan MBG Jadi Alarm Keras
Sebelumnya, kasus dugaan keracunan yang diduga berkaitan dengan makanan program MBG tersebut menjadi perhatian luas setelah ratusan santri mengalami keluhan kesehatan dan harus mendapatkan penanganan medis.
Jumlah korban yang tercatat kemudian terus bertambah hingga mencapai lebih dari 700 santri. Para korban menjalani pemeriksaan dan perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan di wilayah Sidoarjo.
Rumah sakit yang menangani para korban di antaranya RSUD R.T. Notopuro, RS Siti Hajar, RS Delta Surya, RS Pusurq, RSU Aisyiyah Siti Fatimah Tulangan, RS Pusdik Bhayangkara Porong, serta RS Arafah Anwar Medika.
RSUD R.T. Notopuro menjadi salah satu rumah sakit yang menangani jumlah pasien korban paling banyak.
Kini, dengan semakin banyaknya santri yang diperbolehkan pulang, perhatian tidak hanya tertuju pada pemulihan korban, tetapi juga pada pentingnya memastikan keamanan, kualitas, dan pengawasan makanan dalam pelaksanaan program MBG.
Bagi Gus Rizza, penanganan korban tidak boleh berhenti sebatas memastikan pasien sembuh dan kembali ke pesantren. Evaluasi menyeluruh juga diperlukan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi dan keselamatan para penerima manfaat benar-benar menjadi prioritas.
Saring sebelum sharing. Utamakan informasi yang terverifikasi dan jangan menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya.





