PC GP Ansor Kabupaten Malang mengecam segala bentuk kekerasan dan meminta aparat penegak hukum mengusut insiden yang dialami H. Zulham Mubarok secara tuntas, profesional, transparan dan berkeadilan.
Baratapersada.com
Malang// Suara rakyat boleh menggema. Kritik boleh menghantam keras. Tetapi ketika kekerasan masuk ke ruang demokrasi, GP Ansor Kabupaten Malang memilih untuk tidak diam!
Sikap keras tersebut disampaikan PC GP Ansor Kabupaten Malang menyikapi insiden yang dialami H. Zulham Mubarok, Wakil Ketua PW GP Ansor Jawa Timur sekaligus Anggota DPRD Kabupaten Malang.
Bagi GP Ansor, demokrasi memang memberikan ruang bagi siapa pun untuk menyampaikan kritik, aspirasi dan ketidakpuasan. Namun kebebasan menyampaikan pendapat tidak boleh berubah menjadi tindakan kekerasan, intimidasi ataupun aksi anarkis.
Kritik silakan setajam mungkin. Aspirasi silakan sekeras mungkin. Tetapi kekerasan tidak boleh dijadikan bahasa untuk menyelesaikan perbedaan!
GP Ansor menegaskan, Kabupaten Malang merupakan rumah bersama. Karena itu, setiap persoalan yang muncul harus diselesaikan melalui mekanisme hukum dan dialog, bukan melalui tindakan yang berpotensi mencederai rasa aman masyarakat.

Organisasi kepemudaan NU tersebut secara tegas meminta Aparat Penegak Hukum (APH) mengusut insiden tersebut secara menyeluruh.
Proses hukum diminta dilakukan secara tuntas, profesional, objektif, transparan dan berkeadilan, sehingga persoalan tidak berkembang menjadi konflik baru di tengah masyarakat.
Bagi GP Ansor, penegakan hukum bukan sekadar mencari siapa yang salah atau benar. Lebih jauh, proses tersebut diperlukan untuk memastikan bahwa hukum benar-benar hadir ketika masyarakat membutuhkan perlindungan.
Jangan sampai kekerasan dianggap sebagai hal biasa. Jangan sampai intimidasi menjadi budaya. Dan jangan sampai perbedaan berubah menjadi permusuhan.
GP Ansor juga mengajak seluruh pihak untuk menahan diri serta menghormati proses hukum. Masyarakat diminta tidak mudah terprovokasi dan tidak memperkeruh suasana dengan narasi yang belum terverifikasi.

Ketua PC GP Ansor Kabupaten Malang, H. Fatkhurrozi, S.E., M.M., menegaskan bahwa menjaga Kabupaten Malang bukan hanya persoalan keamanan dan ketenteraman.
Menurutnya, yang harus dijaga juga adalah adab, persaudaraan dan martabat masyarakat Kabupaten Malang.
Pesan GP Ansor pun sangat jelas.
Perbedaan boleh. Kritik wajib dihormati. Aspirasi harus didengar. Tetapi kekerasan tidak boleh mendapatkan panggung!
Di tengah dinamika demokrasi, GP Ansor menyerukan agar semua pihak mengedepankan kepala dingin dan menghormati hukum.
Sebab demokrasi tanpa adab berpotensi melahirkan konflik. Kritik tanpa kendali dapat berubah menjadi provokasi. Dan kekerasan yang dibiarkan berisiko menjadi preseden buruk bagi kehidupan masyarakat.
Kabupaten Malang adalah rumah bersama. Jangan biarkan perbedaan menghancurkan persaudaraan.






