Beranda / Nasional / KAKI PROSTESIS, HARAPAN BARU: Santri Al-Khoziny Kembali Belajar Melangkah, PKB Hadir di Tengah Perjuangan

KAKI PROSTESIS, HARAPAN BARU: Santri Al-Khoziny Kembali Belajar Melangkah, PKB Hadir di Tengah Perjuangan

Bantuan prostesis dari PKB bukan sekadar alat bantu mobilitas, tetapi menjadi bagian dari perjuangan para santri korban tragedi Al-Khoziny untuk kembali mandiri, belajar, berkarya, dan menatap masa depan.

 

baratapersada.com

Sidoarjo//. Perjuangan untuk kembali melangkah kini dimulai.
Di balik kaki prostesis yang mulai menopang tubuh mereka, tersimpan harapan besar para santri korban tragedi Pondok Pesantren Al-Khoziny, Sidoarjo, untuk kembali menjalani kehidupan, belajar, beraktivitas, dan menatap masa depan.

Harapan itu hadir ketika Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), melalui instruksi Ketua Umum Gus Muhaimin Iskandar, menyalurkan bantuan alat disabilitas bagi para santri yang membutuhkan dukungan dalam proses pemulihan dan mobilitas.

Bantuan tersebut diserahkan oleh Wakil Ketua DPW PKB Jawa Timur, Gus Thoriqul Haq, bersama jajaran DPC PKB Sidoarjo dan Fraksi PKB DPRD Sidoarjo.

Bukan sekadar menyerahkan alat, proses fitting dan pemasangan dilakukan langsung oleh tim teknis. Para santri kemudian mencoba menggunakan kaki prostesis tersebut dan mulai beradaptasi dengan cara berjalan yang baru.

Satu langkah mungkin terlihat sederhana. Namun bagi mereka, satu langkah itu menjadi bagian dari perjalanan panjang untuk bangkit.

Alat yang diberikan meliputi Transfemoral Prosthesis atau kaki prostesis untuk amputasi di atas lutut, Transtibial Prosthesis untuk amputasi di bawah lutut, serta Myoelectric Hand, tangan prostesis elektrik yang membantu menunjang fungsi gerak.

Kehadiran bantuan tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap para santri agar dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih mandiri.

“Kepedulian bukan sekadar kata, tetapi hadir dalam tindakan nyata.”

Pesan itu terasa kuat dalam kegiatan tersebut. Sebab bagi para santri penerima bantuan, kaki dan tangan prostesis bukan hanya perangkat medis atau alat bantu mobilitas. Ada harapan untuk kembali bergerak, kembali belajar, kembali berkarya, dan perlahan menyusun masa depan.

PKB menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kebutuhan pesantren dan para santri, termasuk mereka yang membutuhkan perhatian khusus setelah mengalami tragedi.

Pesantren bukan hanya tempat menimba ilmu agama. Di dalamnya ada kehidupan, cita-cita, keluarga besar, dan masa depan generasi muda yang harus terus mendapatkan dukungan.

Kini, perjuangan para santri Al-Khoziny memasuki babak baru.

Mungkin langkah mereka belum sempurna. Mungkin masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi. Namun setiap langkah kecil menjadi tanda bahwa harapan masih terus berjalan.

Dari sebuah tragedi, lahir perjuangan untuk bangkit. Dari sebuah kaki prostesis, para santri kembali belajar melangkah menuju masa depan.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *