baratapersada.com
Sidoarjo// Dari balik ruang kerja Ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo, sebuah pesan sederhana namun sarat makna disampaikan H. Abdillah Nasih, S.M. Bukan sekadar ucapan selamat, tetapi pesan konsolidasi agar Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sidoarjo semakin solid dan terus menghadirkan manfaat bagi masyarakat.
Dengan mengenakan batik bernuansa hijau dan udeng khas, Abdillah Nasih menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas pelantikan serta pengukuhan pengurus DPC dan DPAC PKB se-Kabupaten Sidoarjo yang dijadwalkan berlangsung di Hotel Sun City, Sabtu, 4 Oktober 2026.
“Saya Haji Abdillah Nasih, Ketua DPRD Sidoarjo, mengucapkan selamat dan sukses atas pelantikan dan pengukuhan pengurus DPC dan DPAC PKB se-Kabupaten Sidoarjo.”
Namun, pesan Abah Nasih tidak berhenti pada seremoni.
Ada harapan yang jauh lebih besar: kekompakan kader harus berujung pada pelayanan nyata kepada masyarakat.
“Semoga ke depan semakin solid, semakin kompak dan terus memberikan khidmah pelayanan kepada masyarakat Sidoarjo,” pesannya.
Kalimat tersebut menjadi penekanan penting. Bagi Abdillah Nasih, konsolidasi organisasi bukan sekadar merapikan struktur kepengurusan, melainkan bagaimana seluruh kader mampu menerjemahkan keberadaan partai menjadi kerja dan pelayanan yang dirasakan langsung masyarakat.
Solid di dalam, hadir untuk rakyat di luar.
Pesan itu juga diarahkan kepada jajaran kepemimpinan PKB Sidoarjo periode 2026–2031, di bawah Ketua Dewan Syuro KH. Nur Kholish Misbah dan Ketua DPC PKB Sidoarjo H. Riza Ali Faizin, M.Pd.I.
Dengan terbentuknya kepengurusan DPC dan DPAC, tantangan berikutnya adalah menjaga soliditas hingga ke tingkat akar rumput. Sebab, kekuatan organisasi tidak hanya ditentukan oleh struktur di atas, tetapi juga oleh sejauh mana kader mampu menjaga kedekatan dengan masyarakat.
Abdillah Nasih kemudian menutup pesannya dengan seruan yang penuh energi:
“PKB Sidoarjo semakin jaya. Sidoarjo ijo royo-royo, lipat gandakan kemenangan!”
Seruan tersebut menjadi simbol optimisme menyambut perjalanan baru PKB Sidoarjo.
Namun di balik jargon kemenangan itu, terdapat pesan yang lebih substansial: politik harus tetap memiliki akar pengabdian.
Kemenangan politik, pada akhirnya, bukan hanya tentang bertambahnya kekuatan organisasi atau posisi politik. Lebih jauh, kemenangan harus dapat diterjemahkan menjadi semakin kuatnya pelayanan, semakin dekatnya kader dengan masyarakat, dan semakin banyaknya manfaat yang dirasakan warga Sidoarjo.
Dengan pengukuhan DPC dan DPAC PKB se-Kabupaten Sidoarjo, lembaran baru organisasi pun segera dimulai.
Pesan Abah Nasih sederhana: solidkan barisan, kuatkan khidmah, dan jangan pernah jauh dari rakyat.
Sebab bagi partai yang mengusung semangat kebangkitan, kekuatan sejatinya bukan hanya berada di ruang-ruang politik, tetapi juga ketika kader mampu hadir dan bekerja saat masyarakat membutuhkan.






