baratapersada.com
Sidoarjo// Kabar duka menyelimuti keluarga besar Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sidoarjo. Sosok H. Aat Choirudin, yang dikenal sebagai guru di MI Al-Ahmad, telah berpulang menghadap Allah SWT.
Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam, bukan hanya bagi keluarga yang ditinggalkan, tetapi juga bagi mereka yang pernah mengenal, berinteraksi, dan menerima ketulusan serta pengabdian beliau.
Melalui sebuah ungkapan belasungkawa, keluarga besar DPC PKB Sidoarjo menyampaikan rasa kehilangan sekaligus doa terbaik untuk almarhum. Pesan tersebut juga menjadi pengingat bahwa setiap manusia pada akhirnya akan kembali kepada Sang Pencipta.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.”
Ucapan tersebut bukan sekadar kalimat duka. Ia menjadi pengakuan bahwa kehidupan adalah titipan, dan setiap langkah manusia pada akhirnya akan bermuara pada kepulangan.
H. Aat Choirudin dikenang sebagai seorang guru MI Al-Ahmad. Dedikasi seorang guru tidak selalu tercatat dalam angka maupun penghargaan. Namun, ilmu yang pernah diberikan kepada murid-muridnya dapat menjadi amal yang terus mengalir, bahkan ketika sang pengajar telah tiada.
Di tengah kesedihan yang menyelimuti keluarga, terselip harapan agar seluruh amal ibadah almarhum diterima Allah SWT, segala kekhilafannya mendapatkan ampunan, serta ditempatkan di tempat terbaik di sisi-Nya.
H. Rizza Ali Faizin, M.Pd.I., Ketua DPC PKB Sidoarjo, turut menyampaikan doa dan belasungkawa atas wafatnya almarhum.
“Semoga almarhum husnul khatimah serta diterima semua amal ibadahnya dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kesabaran,” demikian pesan yang tercantum dalam ucapan belasungkawa DPC PKB Sidoarjo.
Bagi keluarga yang ditinggalkan, kehilangan tentu bukan perkara mudah. Ada sosok yang biasanya hadir dalam keseharian, kini hanya menyisakan kenangan, doa, dan nama yang terus disebut dalam setiap lantunan doa.
Namun, bagi seorang guru, mungkin ada satu hal yang membuat kepergiannya terasa berbeda. Ilmu yang pernah ditanamkan kepada anak-anak didiknya dapat terus hidup dan tumbuh dalam diri generasi yang pernah ia ajar.
Hari ini mungkin tangis mengiringi kepergian.
Tetapi semoga setiap ilmu yang pernah diberikan, setiap kebaikan yang pernah dilakukan, dan setiap ketulusan yang pernah ditanamkan menjadi jalan bagi almarhum memperoleh rahmat Allah SWT.
Selamat jalan, H. Aat Choirudin.
Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa dan kekhilafan, menerima seluruh amal ibadah, memberikan tempat terbaik di sisi-Nya, serta memberikan kekuatan dan kesabaran kepada keluarga yang ditinggalkan.
Al-Fatihah.






