baratapersada.com
Sidoarjo// Para pedagang Pasar Induk Krian, Kabupaten Sidoarjo, masih menunggu kepastian pembangunan kembali pasar yang terbakar sejak 2024. Kondisi pasar yang belum kembali normal membuat aktivitas perdagangan hingga kini masih berlangsung secara terbatas.
Ketua Asosiasi Himpunan Pedagang Pasar se-Sidoarjo, H. Muhammad Sholeh, BA, meminta Pemerintah Kabupaten Sidoarjo bersama DPRD memberikan kepastian mengenai rencana pembangunan kembali pasar tersebut.
Penampungan Sementara di Area Parkir Dinilai Belum Layak
Pasca kebakaran, sebagian pedagang ditampung sementara di area parkir Pasar Induk Krian. Namun, tempat penampungan tersebut dinilai belum layak untuk menjadi lokasi berdagang dalam jangka panjang.
Kondisi itu membuat para pedagang harus berjualan dalam situasi terbatas. Selain menempati penampungan sementara, sejumlah pedagang juga terpaksa membuka lapak di emperan pasar, berjualan di luar area pasar, bahkan memanfaatkan rumah sebagai tempat berdagang.
Bagi pedagang, penampungan sementara seharusnya hanya menjadi solusi sementara sampai pembangunan pasar permanen dapat direalisasikan.
Rencana Anggaran Sekitar Rp5 Miliar
Sholeh mengatakan, dirinya pernah mendengar adanya rencana pembangunan kembali Pasar Induk Krian dengan anggaran sekitar Rp5 miliar.
Namun, rencana tersebut disebut tidak dilanjutkan karena kebutuhan anggaran pembangunan dinilai masih lebih besar. Hingga kini, informasi mengenai kelanjutan penganggaran maupun kepastian jadwal pembangunan belum diterima secara jelas oleh para pedagang.
“Kami berharap DPRD dan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo benar-benar memperhatikan nasib para pedagang. Kami membutuhkan kepastian dan percepatan agar Pasar Induk Krian segera dibangun kembali,” tegas Sholeh.
Pedagang Butuh Kepastian, Bukan Sekadar Penampungan
Menurut Sholeh, kondisi tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Para pedagang membutuhkan tempat berjualan yang layak, aman dan tertata agar aktivitas ekonomi dapat kembali berjalan normal.
Pembangunan kembali Pasar Induk Krian dinilai penting karena menyangkut keberlangsungan usaha dan mata pencaharian para pedagang yang selama ini menggantungkan penghasilan dari aktivitas perdagangan di pasar tersebut.
Karena itu, Sholeh berharap Pemkab Sidoarjo dan DPRD segera memberikan penjelasan mengenai kepastian anggaran, tahapan pembangunan, lokasi penampungan yang layak selama proses pembangunan, serta target waktu pembangunan pasar.






