Sidoarjo// Bantuan pangan yang semestinya segera sampai ke tangan warga penerima justru memantik tanda tanya di Desa Sudimoro, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo.
Sebanyak 15 paket bantuan pangan beras program pemerintah diduga tersimpan di dalam mobil pribadi yang disebut berkaitan dengan perangkat desa. Informasi tersebut menjadi sorotan karena bantuan disebut telah diterima pihak desa pada Senin (8/9/2026), namun keberadaannya baru diketahui pada Jumat (11/9/2026).
Di tengah kondisi sebagian warga yang masih mengandalkan bantuan pangan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, situasi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai mekanisme penyimpanan dan penyaluran bantuan di tingkat desa.
Informasi yang dihimpun menyebut dua nama perangkat desa, yakni Mohammad Samsuri dan Yuliana, turut disebut berkaitan dengan persoalan tersebut. Keduanya diduga mengetahui adanya penundaan penyaluran bantuan.
Namun, dugaan tersebut belum dapat dianggap sebagai fakta yang telah terbukti. Sampai saat ini, belum ada pemeriksaan resmi yang menyimpulkan adanya penyalahgunaan bantuan.
Seorang warga Desa Sudimoro yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku kecewa lantaran bantuan pangan sangat dinantikan masyarakat yang membutuhkan.
“Kami di sini banyak yang susah, berharap ada bantuan dari pemerintah. Ternyata malah disimpan di mobil orang desa. Sudah tiga hari tidak dibagikan,” ungkapnya, Senin (14/9/2026).
Sorotan warga kemudian mengarah pada satu pertanyaan: mengapa bantuan yang sudah diterima desa tidak langsung disalurkan kepada penerima manfaat?
Publik juga membutuhkan kejelasan mengenai data penerima, mekanisme distribusi, serta alasan paket bantuan tersebut berada di dalam kendaraan pribadi.
Plt Kades Sudimoro Beri Klarifikasi
Menanggapi informasi tersebut, awak media kemudian melakukan konfirmasi kepada Plt Kades Sudimoro melalui WhatsApp (WA).
Dalam jawabannya, Plt Kades Sudimoro menyampaikan bahwa penyaluran bantuan tersebut tidak bermasalah dan telah sesuai dengan data penerima.
“Itu sudah sesuai mas. Ada data penerimanya, cm salah faham mawon,” tulis Plt Kades Sudimoro melalui pesan WhatsApp.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi klarifikasi pihak pemerintah desa terhadap informasi yang berkembang di masyarakat.
Namun demikian, jawaban singkat tersebut masih menyisakan ruang pertanyaan yang perlu diperjelas kepada publik, terutama terkait data penerima 15 paket, waktu penyaluran, alasan bantuan berada di kendaraan pribadi, serta kronologi sejak bantuan diterima desa hingga ditemukan pada 11 September 2026.
Kejelasan tersebut penting agar tidak terjadi perbedaan pemahaman antara masyarakat dengan pemerintah desa.
Sebab, jika seluruh bantuan memang telah dikelola sesuai data penerima dan prosedur, maka transparansi mengenai dokumen penerima serta proses distribusinya dapat menjadi penjelasan yang utuh untuk meredam keresahan warga.
Sebaliknya, apabila terdapat kendala administratif atau persoalan teknis yang menyebabkan penyaluran tertunda, masyarakat juga berhak mendapatkan informasi secara terbuka.
Warga pun meminta Pemerintah Kecamatan Tulangan dan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo ikut memastikan proses distribusi bantuan berjalan sesuai ketentuan dan tepat sasaran.
“Bantuan itu untuk masyarakat yang membutuhkan. Kami hanya ingin semuanya jelas dan tidak ada warga yang seharusnya menerima malah tidak mendapatkan haknya,” ujar tokoh masyarakat setempat.
Dengan adanya klarifikasi dari Plt Kades Sudimoro, persoalan ini kini memiliki dua sisi informasi: warga mempertanyakan keberadaan dan keterlambatan penyaluran bantuan, sementara pihak desa menyatakan distribusi telah sesuai dan persoalan tersebut hanya terjadi karena salah paham.
Karena itu, pembuktian paling sederhana adalah keterbukaan data penerima dan kejelasan alur penyaluran 15 paket bantuan tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan lebih lanjut dari Mohammad Samsuri dan Yuliana mengenai dugaan keterkaitan mereka dengan penyimpanan bantuan tersebut.
Baratapersada akan terus memantau perkembangan informasi ini dan memberikan ruang kepada seluruh pihak untuk menyampaikan klarifikasi secara berimbang.






