Keluhan biaya ODL mencuat, termasuk rencana kegiatan ke Yogyakarta sekitar Rp1,2 juta per siswa. Bupati Sidoarjo meminta Dispendik dan kepala sekolah mengevaluasi pelaksanaan ODL SD-SMP agar tidak membebani wali murid.
baratapersada.com
Sidoarjo — Kegiatan Outdoor Learning (ODL) yang seharusnya menjadi sarana memperkaya pengalaman belajar siswa justru memantik perhatian serius Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Di tengah keluhan wali murid soal biaya kegiatan yang dinilai membebani, Bupati Sidoarjo H. Subandi, S.H., M.Kn., mengeluarkan peringatan keras kepada jajaran sekolah.
Pesannya tegas: ODL tidak boleh diarahkan ke luar kota.
Subandi meminta Dinas Pendidikan serta seluruh kepala sekolah di Kabupaten Sidoarjo mematuhi kebijakan tersebut. Bahkan, ia menegaskan adanya konsekuensi jabatan bagi kepala sekolah yang tetap nekat menyelenggarakan ODL ke luar daerah.
Kepala sekolah yang tidak mengindahkan arahan tersebut, kata Subandi, dapat dikenai sanksi hingga pencopotan dari jabatannya.
Ketegasan itu muncul setelah pemerintah daerah menerima keluhan dari wali murid mengenai pelaksanaan ODL, terutama berkaitan dengan biaya yang harus ditanggung keluarga siswa.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah informasi mengenai kegiatan ODL ke Yogyakarta dengan biaya sekitar Rp1,2 juta per siswa. Besaran biaya tersebut menjadi salah satu alasan perlunya evaluasi terhadap pola pelaksanaan kegiatan pembelajaran di luar sekolah.
Bukan Sekadar Jalan-Jalan, Jangan Bebani Orang Tua
Bupati Subandi menekankan bahwa ODL harus tetap memiliki tujuan pendidikan yang jelas. Kegiatan di luar kelas seharusnya memberikan pengalaman belajar kepada siswa, bukan berubah menjadi kegiatan yang justru menambah tekanan ekonomi bagi orang tua.
Karena itu, Dinas Pendidikan diminta mengevaluasi pelaksanaan ODL pada jenjang SD dan SMP di Kabupaten Sidoarjo.
Sekolah juga diharapkan lebih mempertimbangkan lokasi kegiatan yang dekat, relevan dengan materi pembelajaran, serta tidak membutuhkan biaya besar.
Bagi Subandi, pendidikan tidak boleh kehilangan orientasi utamanya hanya karena kegiatan di luar sekolah.
Pengalaman belajar memang penting. Namun, kemampuan ekonomi wali murid juga harus menjadi pertimbangan.
Kepala Sekolah Diminta Jangan Jalan Sendiri
Peringatan Bupati sekaligus menjadi sinyal bahwa kepala sekolah tidak boleh mengambil kebijakan ODL tanpa memperhatikan arahan pemerintah daerah.
Terlebih ketika kebijakan tersebut berpotensi menimbulkan beban biaya bagi keluarga siswa.
Pemerintah Kabupaten Sidoarjo ingin kegiatan pembelajaran di luar kelas tetap berjalan, tetapi dengan konsep yang lebih terukur, edukatif dan berpihak pada kondisi masyarakat.
Sebab, di balik setiap siswa yang berangkat mengikuti kegiatan sekolah, ada orang tua yang harus menghitung kemampuan ekonomi keluarganya.
Jangan sampai demi sebuah kegiatan yang hanya berlangsung sesaat, orang tua harus memikul beban biaya yang tidak ringan.
Pesan Subandi pun menjadi jelas: ODL boleh menjadi ruang belajar bagi siswa, tetapi jangan sampai berubah menjadi beban bagi keluarga.
Dan bagi kepala sekolah, pilihan untuk mengabaikan arahan tersebut bukan tanpa konsekuensi. Jabatan pun dipertaruhkan.






