Beranda / Daerah / Ziarah Religi Heru Purnomo di Jalur Pantura: Mengenang Jejak Ulama Penyebar Islam di Lamongan, Tuban, dan Gresik

Ziarah Religi Heru Purnomo di Jalur Pantura: Mengenang Jejak Ulama Penyebar Islam di Lamongan, Tuban, dan Gresik

baratapersada.com

Gresik – Lamongan- Tuban// Sebagai bentuk penghargaan dan upaya untuk tidak melupakan sejarah, Heru Purnomo melakukan perjalanan ziarah religi ke sejumlah makam para wali dan ulama besar penyebar agama Islam di wilayah Pantura Jawa Timur, meliputi Kabupaten Lamongan, Tuban, dan Gresik.

Perjalanan spiritual ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan atas jasa-jasa para ulama yang telah meletakkan fondasi kuat ajaran Islam yang rahmatan lil alamin di tanah Jawa.

Dalam ziarahnya, Heru Purnomo mengenang kembali jejak dakwah Walisongo. Rute pertama yang dikunjungi adalah makam Syekh Maulana Malik Ibrahim Asmoro Qondi di Tuban. Beliau dikenal sebagai ayahanda dari Sunan Ampel dan merupakan sosok ulama sepuh yang menjadi cikal bakal penyebaran Islam di Jawa.

Perjalanan kemudian dilanjutkan ke makam Syekh Maulana Malik Ibrahim atau Sunan Gresik di Desa Gapurosukolilo, Gresik. Beliau merupakan pemimpin Walisongo generasi pertama yang wafat pada 1419 M dan dimakamkan di Gresik. Dari Gresik inilah estafet dakwah kemudian dilanjutkan oleh putranya.

Tidak ketinggalan, Heru Purnomo juga berziarah ke makam Sunan Ampel (Raden Rahmatullah) di Surabaya. Sunan Ampel yang merupakan putra dari Syekh Malik Ibrahim Asmoro Qondi ini dikenal sebagai guru dari para wali dan pendidik ulama besar tanah Jawa.

Ziarah ditutup di Makam Sunan Drajat (Raden Qasim) di Lamongan. Sunan Drajat yang merupakan putra Sunan Ampel dan saudara dari Sunan Bonang ini, mendapat tugas dakwah di pesisir barat Gresik hingga Lamongan. Ajaran beliau yang terkenal dengan konsep Catur Piwulang sangat membekas hingga kini.

“Ziarah ini bukan sekadar datang dan berdoa. Ini adalah cara kita untuk mengingat kembali bahwa Islam di Nusantara ini disebarkan dengan damai, dengan akhlak, dan dengan kearifan lokal oleh para ulama. Kita sebagai generasi penerus wajib menghargai dan meneladani perjuangan beliau-beliau,” ujar Heru Purnomo di sela-sela ziarahnya.

Menurutnya, dengan mengunjungi jejak-jejak para ulama di Lamongan, Tuban, dan Gresik, kita diajak untuk kembali pada nilai-nilai keislaman yang toleran, gotong royong, dan mencintai tanah air, sebagaimana yang telah diajarkan oleh para Wali.

 

Jurnalis: Teguh Suntoro

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *