Beranda / Daerah / Tak Sekadar Membatik, DPKN dan Batik Janggala Bangun Kesadaran Melestarikan Budaya Nusantara Sekaligus Membuka Peluang Usaha

Tak Sekadar Membatik, DPKN dan Batik Janggala Bangun Kesadaran Melestarikan Budaya Nusantara Sekaligus Membuka Peluang Usaha

DPKN bersama Batik Janggala membuka pelatihan membatik bagi pemula di Sidoarjo untuk melestarikan budaya Nusantara dan mengembangkan peluang usaha kreatif.

Baratapersada.com

Sidoarjo// Warisan budaya tidak akan bertahan hanya dengan dikenang, dipamerkan, atau dibanggakan. Budaya membutuhkan tangan-tangan terampil yang bersedia mempelajari, merawat, dan meneruskannya kepada generasi berikutnya. Berangkat dari semangat tersebut, DPKN (Daya Puan Kreatif Nusantara) berkolaborasi dengan Batik Janggala menghadirkan program pelatihan membatik bagi pemula di Perum Sukodono Town House K-32, Desa Pekarungan, Kabupaten Sidoarjo.

Program ini bukan sekadar mengajarkan cara menggoreskan malam pada kain. Lebih dari itu, pelatihan tersebut menjadi langkah konkret untuk mendekatkan masyarakat dengan kekayaan budaya Indonesia sekaligus memperkenalkan keterampilan yang berpotensi dikembangkan menjadi sumber penghasilan.

Di tengah perkembangan zaman yang semakin cepat, pelestarian batik menghadapi tantangan tersendiri. Generasi muda dan masyarakat perlu memiliki kesempatan untuk mengenal proses pembuatannya secara langsung, memahami filosofi di balik motifnya, serta melihat bahwa warisan budaya dapat terus berkembang tanpa kehilangan jati dirinya.

Melalui kolaborasi DPKN dan Batik Janggala, masyarakat Sidoarjo dan sekitarnya memperoleh kesempatan untuk mempelajari seni membatik secara bertahap, bahkan tanpa harus memiliki pengalaman sebelumnya.

Empat Sesi Pelatihan, dari Mengenal Batik hingga Menghasilkan Karya

Pelatihan dirancang dalam empat sesi pembelajaran yang disusun secara sistematis. Pada pertemuan pertama, peserta diperkenalkan dengan sejarah batik, filosofi yang terkandung dalam motif, serta peluang usaha yang dapat dikembangkan dari keterampilan membatik.

Tahapan berikutnya berfokus pada praktik. Peserta mulai mengenal teknik dasar membatik, mempelajari cara merancang pola, kemudian mengembangkan gambar pada kain. Pada sesi terakhir, peserta diarahkan untuk menyempurnakan hasil karya melalui proses pembelajaran dan pendampingan dari pengrajin berpengalaman.

Pendekatan tersebut memberikan ruang bagi peserta untuk belajar secara langsung, mengasah ketelitian, mengembangkan kreativitas, dan memahami bahwa proses menghasilkan karya batik membutuhkan keterampilan, kesabaran, serta ketekunan.

Dengan demikian, peserta tidak hanya membawa pulang pengalaman belajar, tetapi juga memperoleh bekal awal untuk mengenal dunia kerajinan batik secara lebih mendalam.

Batik Bukan Sekadar Kain, tetapi Identitas Bangsa

Perwakilan Batik Janggala menegaskan bahwa pelatihan tersebut memiliki misi yang lebih luas daripada sekadar mengajarkan keterampilan teknis.

“Kami ingin masyarakat tidak hanya tahu tentang batik, tetapi juga bisa berkarya dan berwirausaha dari warisan leluhur ini,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya menghubungkan pelestarian budaya dengan keterlibatan aktif masyarakat. Batik akan tetap hidup apabila semakin banyak orang bersedia mempelajarinya, menciptakan karya, dan meneruskan keterampilan tersebut kepada generasi berikutnya.

Pelatihan membatik juga membuka ruang bagi masyarakat untuk mengenali potensi ekonomi kreatif. Keterampilan yang dipelajari dapat menjadi titik awal untuk mengembangkan produk kerajinan, membangun usaha secara bertahap, atau memperluas wawasan mengenai industri batik.

Meski demikian, keberhasilan usaha tetap membutuhkan proses, kualitas produk, kreativitas desain, dan kemampuan memasarkan hasil karya. Pelatihan ini menjadi salah satu pintu masuk bagi pemula untuk mulai memahami potensi tersebut.

Biaya Terjangkau, Perlengkapan Praktik Disediakan

Untuk mengikuti program tersebut, biaya pelatihan ditetapkan sebesar Rp250.000 per orang. Peserta mendapatkan perlengkapan praktik lengkap serta bimbingan langsung dari pengrajin ahli.

Fasilitas tersebut memberikan kesempatan bagi pemula untuk mencoba membatik dengan pendampingan, tanpa harus terlebih dahulu menguasai teknik secara mandiri.

Bagi masyarakat yang tertarik mempelajari seni membatik, program ini dapat menjadi kesempatan untuk mengisi waktu secara produktif, memperluas keterampilan, sekaligus mengenal lebih dekat salah satu warisan budaya Indonesia.

Pendaftaran dan informasi pelatihan:

* 0851-9590-2658
* 0877-0340-1789

Masyarakat yang berminat disarankan menghubungi penyelenggara untuk memperoleh informasi mengenai jadwal pelaksanaan dan ketersediaan kuota peserta.

Menjaga Warisan Leluhur, Menyiapkan Peluang Masa Depan

Kolaborasi DPKN dan Batik Janggala menghadirkan pesan penting bahwa pelestarian budaya perlu diwujudkan melalui tindakan nyata. Mengajarkan keterampilan membatik kepada pemula merupakan salah satu cara untuk menjaga agar pengetahuan dan tradisi tidak berhenti pada generasi terdahulu.

Tantangannya bukan hanya membuat masyarakat mengenal batik, melainkan juga mendorong semakin banyak orang untuk berani belajar, menghasilkan karya, dan mengembangkan keterampilannya secara berkelanjutan.

Dari selembar kain, lahir proses belajar. Dari sebuah motif, tersimpan nilai sejarah dan filosofi. Dari keterampilan yang diasah dengan tekun, terbuka peluang untuk membangun kemandirian ekonomi.

Batik adalah warisan budaya yang patut dijaga, tetapi keberlangsungannya membutuhkan partisipasi nyata. Melalui pelatihan ini, DPKN dan Batik Janggala mengajak masyarakat Sidoarjo untuk tidak hanya menjadi penikmat batik, melainkan turut mengambil bagian dalam merawat, mengembangkan, dan mewariskannya kepada masa depan.

Sebab, budaya yang hanya dibanggakan berisiko berhenti sebagai kenangan. Namun, budaya yang dipelajari dan dipraktikkan akan terus hidup di tengah masyarakat.

Wapimred :

Edi. S

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *