Beranda / Daerah / Ning Lia, Dokter Andre, dan Khofifah Jadi Figur Idola Anak Muda Jatim, Abdullah Amas Dorong Ruang Dialog Generasi Muda

Ning Lia, Dokter Andre, dan Khofifah Jadi Figur Idola Anak Muda Jatim, Abdullah Amas Dorong Ruang Dialog Generasi Muda

Baratapersada.com

JAWA TIMUR// Momentum Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2026, menjadi ruang bagi generasi muda untuk kembali menegaskan pentingnya kepemimpinan yang berdedikasi dan memiliki komitmen nyata terhadap pembangunan daerah. Dalam sebuah forum diskusi yang diinisiasi Abdullah Amas, tiga tokoh, yakni Ning Lia Istifhama, dr. Andre Yulius, dan Khofifah Indar Parawansa, dideklarasikan sebagai pemimpin idola anak muda Jawa Timur.

Deklarasi tersebut bukan sekadar penyebutan nama sejumlah figur publik. Forum itu juga menjadi ruang untuk membicarakan sosok pemimpin yang dinilai memiliki dedikasi tinggi serta determinasi kuat dalam mendorong kemajuan Jawa Timur.

Abdullah Amas menyampaikan bahwa ketiga tokoh tersebut memiliki komitmen dan semangat pengabdian yang menjadi pertimbangan dalam deklarasi tersebut. Penilaian itu disampaikan dalam pertemuan yang melibatkan generasi muda.

Di tengah tantangan pembangunan yang semakin kompleks, kehadiran figur pemimpin yang mampu memberikan inspirasi menjadi salah satu aspek penting dalam membangun optimisme masyarakat, khususnya kalangan anak muda.

Abdullah Amas: Forum Dialog Anak Muda Harus Berkelanjutan

Abdullah Amas, yang juga dikenal sebagai Ketua Dewan Pakar HIPKA (Himpunan Pengusaha Korps Alumni HMI), menegaskan pentingnya menjaga keberlanjutan forum dialog sebagai wadah pertukaran gagasan dan aspirasi generasi muda.

Menurutnya, Forum Dialog Rabu dirancang untuk terus digelar secara berkelanjutan dengan melibatkan perwakilan berbagai organisasi kepemudaan.

Gagasan tersebut menempatkan dialog sebagai salah satu sarana bagi anak muda untuk menyampaikan pandangan, memperluas wawasan, sekaligus membangun kepedulian terhadap persoalan sosial, ekonomi, dan pembangunan daerah.

Keberlanjutan forum menjadi penting agar partisipasi generasi muda tidak berhenti pada peringatan seremonial atau deklarasi semata. Ruang diskusi yang konsisten diharapkan dapat mendorong lahirnya pertukaran pemikiran yang konstruktif.

Deklarasi Harus Diikuti Gagasan dan Keteladanan

Penetapan Ning Lia Istifhama, dr. Andre Yulius, dan Khofifah Indar Parawansa sebagai figur idola anak muda Jawa Timur menjadi bagian dari upaya forum tersebut memperkenalkan sosok-sosok yang dinilai memiliki dedikasi terhadap pembangunan.

Namun, makna sebuah deklarasi tidak semestinya berhenti pada simbol atau pengakuan. Keteladanan pemimpin pada akhirnya perlu tercermin dalam sikap, integritas, keberpihakan kepada masyarakat, serta kontribusi yang dapat dirasakan secara nyata.

Bagi generasi muda, figur pemimpin ideal bukan hanya mereka yang dikenal luas, melainkan juga mereka yang mampu membuka ruang partisipasi, mendengarkan aspirasi, dan memberikan inspirasi melalui tindakan.

Momentum Sumpah Pemuda pun menjadi pengingat bahwa masa depan Jawa Timur tidak hanya ditentukan oleh para pemimpinnya, tetapi juga oleh keberanian generasi muda untuk terlibat, mengawasi, menyampaikan kritik, dan menawarkan solusi.

Melalui forum yang diinisiasi Abdullah Amas tersebut, harapannya dialog antara pemimpin dan generasi muda dapat terus berkembang menjadi ruang yang produktif, terbuka, dan berkesinambungan.

Sebab, kepemimpinan yang menginspirasi tidak cukup hanya dideklarasikan. Kepercayaan publik harus terus dibangun melalui keteladanan, komitmen, dan kerja nyata bagi masyarakat.

Wapimred :
Edi. S

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *