Baratapersada.com
Sidoarjo // Dari perjalanan berjualan keliling hingga mampu membangun fasilitas Rumah Potong Unggas (RPU), kisah pengusaha muda Muhammad Mukhlis mendapat perhatian mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan saat meresmikan RPU PT Esda Makmur Sejahtera di Desa Kepunten, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo, Sabtu (26/9/2026) malam.
Peresmian yang berlangsung di RT 07/RW 02, Desa Kepunten, tersebut dihadiri sekitar 100 undangan. Hadir dalam kegiatan itu Dahlan Iskan, Muhammad Mukhlis selaku pimpinan RPU, serta Plt Kepala Desa Kepunten Gatot Suhardjo bersama perangkat desa.
Kegiatan dimulai sekitar pukul 19.00 WIB dengan kedatangan rombongan di lokasi RPU. Acara kemudian dilanjutkan sambutan Muhammad Mukhlis sekitar pukul 19.30 WIB.
Dalam sambutannya, Mukhlis mengungkapkan rasa terima kasih atas kehadiran Dahlan Iskan. Ia juga menceritakan perjalanan panjangnya dalam membangun usaha.

Mukhlis mengaku mengenal Dahlan Iskan melalui buku-buku yang ditulisnya. Buku tersebut, kata dia, menjadi salah satu sumber motivasi dalam membangun keberanian untuk berusaha.
Perjalanan bisnis Mukhlis tidak dimulai dari fasilitas besar. Ia mengawali usahanya dengan berjualan keliling, sebelum kemudian memberanikan diri membangun usaha sendiri dengan menyewa tempat untuk kegiatan produksi.
Perjalanan tersebut kemudian berkembang hingga lahirnya RPU yang diresmikan pada malam itu.
Dahlan: Anak Muda Harus Berani Bangun Usaha
Dahlan Iskan dalam sambutannya memberikan apresiasi terhadap langkah Mukhlis yang memilih membangun usaha sejak usia muda.
Ia juga menyampaikan penghargaan kepada Pemerintah Desa Kepunten karena dinilai memberikan dukungan kepada warganya yang berusaha mengembangkan kegiatan ekonomi.
“Saya bangga dengan Mas Mukhlis sebagai pemuda mau menempatkan diri menuju sukses dengan kemauan,” ujar Dahlan.
Menurut Dahlan, keberanian generasi muda untuk memulai usaha merupakan salah satu modal penting dalam membangun kesuksesan.
“Bagi yang muda-muda maka Anda adalah orang yang akan punya sukses yang lebih besar. Saya percaya hanya anak muda yang berangkat menjadi sukses,” katanya.
Namun, di tengah pesan optimistis tersebut, Dahlan justru melontarkan peringatan keras kepada Mukhlis.
Ia mengaku khawatir pengusaha muda seperti Mukhlis nantinya tergoda masuk ke dunia politik, terutama karena daya tarik popularitas dan berbagai kepentingan yang menyertainya.

“Yang paling saya khawatirkan adalah Mas Mukhlis tergoda dengan politik. Banyak pengusaha-pengusaha kita banyak yang tergiur dengan kata-kata dan terutama popularitas,” ujar Dahlan.
Dahlan bahkan menggunakan pernyataan yang sangat tegas untuk menggambarkan pandangannya mengenai risiko dunia politik.
“Saya mengingatkan bahwa politik lebih berbahaya dan lebih kejam daripada iblis,” tegasnya.
Indonesia Dinilai Butuh Lebih Banyak Pengusaha
Dahlan kemudian mengaitkan pesannya dengan kondisi dunia usaha dan politik di Indonesia.
Menurutnya, Indonesia membutuhkan lebih banyak pengusaha yang mampu membangun kegiatan ekonomi, menciptakan lapangan pekerjaan, serta mengembangkan usaha secara berkelanjutan.

“Negara ini banyak diisi oleh politisi, negara ini kekurangan pengusaha dan banyak pengusaha yang terjerumus di dunia politik,” kata Dahlan.
Pernyataan tersebut menjadi salah satu sorotan utama dalam acara peresmian RPU. Dahlan tidak hanya memberikan dukungan terhadap usaha Mukhlis, tetapi juga mengingatkan agar keberhasilan di dunia usaha tidak membuat generasi muda kehilangan fokus dalam mengembangkan bisnisnya.
RPU Resmi Diresmikan
Setelah rangkaian sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan dan peresmian RPU PT Esda Makmur Sejahtera sekitar pukul 20.16 WIB.
Peresmian tersebut menandai dimulainya fasilitas RPU yang dikembangkan Mukhlis bersama usahanya di Desa Kepunten.

Acara kemudian dilanjutkan dengan doa penutup sekitar pukul 20.37 WIB dan seluruh rangkaian kegiatan berakhir sekitar pukul 20.45 WIB.
Berdasarkan laporan kegiatan Polsek Tulangan, seluruh rangkaian peresmian berlangsung tertib, aman dan kondusif.
Peresmian RPU ini menjadi gambaran perjalanan seorang pengusaha muda yang memulai usaha dari bawah hingga mampu membangun fasilitas usaha sendiri. Di sisi lain, pesan Dahlan Iskan menempatkan keberlanjutan dunia usaha dan godaan politik sebagai isu utama yang mewarnai peresmian tersebut.





