Dugaan insiden sengatan listrik pada fasilitas reklame Alfamart Wonokasian menjadi perhatian GRIB Jaya DPC Sidoarjo. Uang tali asih disebut telah dikembalikan, sementara tim hukum menyiapkan langkah lanjutan melalui jalur hukum.
baratapersada.com
Sidoarjo// Satu insiden, satu korban, tetapi menyisakan pertanyaan besar tentang keselamatan warga. Dugaan warga tersengat listrik di sekitar fasilitas reklame gerai Alfamart Desa Wonokasian, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo, kini memasuki babak baru. GRIB Jaya DPC Sidoarjo turun tangan dan menyatakan persoalan tersebut akan dikawal melalui jalur hukum.
Peristiwa yang diduga berkaitan dengan instalasi listrik pada fasilitas reklame itu membuat korban harus mendapatkan penanganan medis. Di tengah kejadian tersebut, muncul informasi bahwa Ketua RT setempat sebelumnya disebut telah beberapa kali mengingatkan pihak pengelola gerai mengenai aspek keselamatan di sekitar keberadaan tiang dan instalasi.
Jika informasi mengenai peringatan tersebut nantinya terbukti, tentu menjadi bagian penting dalam mengurai secara utuh kronologi kejadian.
Namun, hingga kini belum dapat disimpulkan apakah terdapat kelalaian, siapa sumber aliran listrik, bagaimana kondisi instalasi sebenarnya, maupun pihak mana yang secara hukum bertanggung jawab. Seluruhnya masih membutuhkan pemeriksaan teknis dan proses hukum.

GRIB Jaya Turun, Persoalan Tak Berhenti di Klarifikasi
Sabtu, 19 September 2026, jajaran GRIB Jaya DPC Sidoarjo mendatangi lokasi untuk meminta klarifikasi dan menggali informasi terkait insiden tersebut.
Tim melibatkan Divisi Hukum GRIB Jaya, Arif Daroby dan Bramada. Mereka didampingi Ketua PAC Sukodono Jono, Ketua PAC Wonoayu Muji, Ketua PAC Sidoarjo Kota Catur, serta Korlap Tim Satgas Buali.
Kehadiran GRIB Jaya disebut sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan warga sekaligus upaya memastikan persoalan tidak berhenti pada informasi sepihak.

Tim juga menyoroti pentingnya pemeriksaan terhadap fasilitas reklame dan instalasi listrik di sekitar lokasi. Jika memang terdapat bagian fasilitas yang berpotensi membahayakan, pengamanan segera menjadi hal yang tidak bisa diabaikan.
Sebab, ruang usaha yang berdekatan dengan permukiman dan jalur aktivitas masyarakat harus memiliki standar keselamatan yang memadai.
Uang Tali Asih Dikembalikan
Perkembangan yang cukup menyita perhatian muncul terkait uang tali asih yang sebelumnya diberikan kepada korban.
Melalui tim pendampingan hukum GRIB Jaya, uang tersebut disebut telah dikembalikan kepada pihak Alfamart melalui perwakilan Kepala Toko Alfamidi Wonokasian.
Pengembalian uang itu menjadi bagian dari langkah pendampingan hukum yang dilakukan GRIB Jaya dalam mengawal persoalan korban.

Selanjutnya, tim hukum GRIB Jaya menyatakan akan menyiapkan langkah melalui jalur hukum untuk memperoleh kejelasan mengenai duduk perkara.
Langkah tersebut diharapkan dapat mengurai sejumlah pertanyaan penting: bagaimana insiden terjadi, dari mana sumber listrik, bagaimana kondisi instalasi, apakah sebelumnya pernah ada peringatan, serta bagaimana aspek tanggung jawab masing-masing pihak.
Jangan Sampai Menunggu Korban Berikutnya
Persoalan ini pada akhirnya bukan hanya tentang kompensasi atau tali asih.
Jika hasil pemeriksaan nantinya menemukan adanya persoalan keselamatan pada instalasi listrik maupun fasilitas reklame, maka yang harus menjadi perhatian utama adalah bagaimana memastikan kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Keselamatan warga tidak boleh menjadi urusan setelah insiden terjadi. Pencegahan justru harus dilakukan sebelum bahaya berubah menjadi korban.

Karena itu, pemeriksaan teknis dan pengamanan terhadap fasilitas yang diduga berkaitan dengan insiden tersebut menjadi penting dilakukan oleh pihak berwenang.
GRIB Jaya DPC Sidoarjo menyatakan akan terus mengawal persoalan tersebut melalui pendampingan hukum.
Sementara itu, penyebab pasti insiden dan pihak yang bertanggung jawab masih menunggu hasil pemeriksaan serta proses hukum. Semua pihak tetap memiliki hak untuk memberikan klarifikasi dan pembelaan berdasarkan fakta serta bukti yang ada.
Publik kini menunggu satu hal: bukan sekadar siapa yang memberi tali asih, tetapi apa yang sebenarnya terjadi di balik dugaan sengatan listrik tersebut dan apakah seluruh potensi bahayanya telah benar-benar diamankan.






