Baratapersada.com
Sidoarjo// Peringatan Hari Santri Nasional, Kamis (22/10/2026), bukan sekadar seremoni tahunan yang berhenti pada ucapan dan simbol. Momentum ini harus menjadi pengingat bahwa santri memiliki peran strategis dalam menjaga moral bangsa, merawat persatuan, serta memperjuangkan keadilan di tengah berbagai persoalan sosial dan hukum.
Melalui momentum tersebut, AMA & PARTNERS menyampaikan ucapan Selamat Hari Santri Nasional 2026 sekaligus menyerukan pentingnya menghidupkan kembali semangat perjuangan santri dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Bagi AMA & PARTNERS, semangat santri tidak boleh hanya dikenang melalui sejarah perjuangan kemerdekaan. Nilai keberanian, kejujuran, kedisiplinan, dan pengabdian harus hadir dalam tindakan nyata, termasuk ketika berhadapan dengan ketidakadilan, penyalahgunaan kewenangan, maupun persoalan yang menyangkut kepentingan masyarakat.

Agustinus Milla Ate, S.H., dari AMA & PARTNERS, menegaskan bahwa santri harus menjadi kekuatan moral yang berani berdiri di atas kebenaran dan menjunjung tinggi supremasi hukum.
“Semangat santri tidak boleh berhenti pada simbol dan slogan. Nilai perjuangan harus diwujudkan melalui keberanian membela kebenaran, menjunjung keadilan, serta menjaga integritas dalam setiap tindakan. Ketika keadilan dipertaruhkan, semangat keberanian dan pengabdian itulah yang harus tetap berdiri tegak,” tegasnya.
Menurutnya, bangsa yang kuat tidak hanya membutuhkan generasi cerdas, tetapi juga pribadi yang memiliki integritas, kepedulian terhadap sesama, dan keberanian memperjuangkan hak-hak masyarakat secara bertanggung jawab.
Santri Harus Mampu Menjawab Tantangan Zaman
Di sisi lain, Raskita Sembiring, S.H., menyoroti pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia di kalangan santri agar mampu menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan akar nilai keagamaan dan kebangsaan.
“Santri hari ini harus mampu melangkah lebih jauh. Penguasaan ilmu pengetahuan, pemahaman teknologi, akhlak, dan kesadaran hukum harus berjalan beriringan. Santri tidak boleh hanya menjadi penonton perubahan, tetapi harus tampil sebagai bagian dari solusi bagi persoalan bangsa,” ungkapnya.
Ia menekankan bahwa kemajuan Indonesia membutuhkan generasi yang tidak mudah terpecah oleh perbedaan, tidak kehilangan jati diri, serta mampu menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan golongan.
Jangan Biarkan Hari Santri Berhenti pada Seremoni

Sementara itu, M. Aditya Fathurrahman S.H., menegaskan bahwa Hari Santri harus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen terhadap persatuan, keadilan, dan penghormatan terhadap hukum.
“Jangan sampai Hari Santri hanya ramai diperingati, tetapi nilai perjuangannya justru dilupakan. Semangat santri harus tercermin dalam sikap, perilaku, dan keberpihakan kepada nilai-nilai kebenaran. Persatuan harus dijaga, keberagaman harus dihormati, dan keadilan harus diperjuangkan melalui cara-cara yang bertanggung jawab,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa generasi muda, termasuk para santri, memiliki tanggung jawab besar dalam membangun masyarakat yang berintegritas, menjunjung toleransi, serta tidak bersikap acuh terhadap persoalan yang menyangkut kepentingan publik.
AMA & PARTNERS: Santri Adalah Kekuatan Masa Depan Bangsa
AMA & PARTNERS berharap peringatan Hari Santri Nasional 2026 menjadi momentum untuk memperkuat kontribusi santri dalam bidang pendidikan, sosial, hukum, keagamaan, dan pembangunan nasional.
Semangat perjuangan santri harus terus diwariskan melalui kerja nyata, keteladanan, serta komitmen menjaga nilai-nilai luhur bangsa. Sebab, masa depan Indonesia tidak cukup dibangun dengan kecerdasan semata, tetapi juga membutuhkan moralitas, keberanian, dan tanggung jawab.
AMA & PARTNERS mengucapkan Selamat Hari Santri Nasional 2026, 22 Oktober 2026.
“Santri Berdaya, Bangsa Berjaya. Tegakkan Akhlak, Rawat Persatuan, Perjuangkan Keadilan!”
Jurnalis : Sutrisno






