Survei ARCI periode 1–10 Agustus 2026 menempatkan PKB di posisi teratas dengan 22,5 persen. Gerindra 14,4 persen dan Golkar 9,1 persen, sementara PDIP berada di angka 8,3 persen.
baratapersada.com
Sidoarjo// Peta kekuatan politik Sidoarjo mulai bergeser setelah dinamika dan suksesi kepemimpinan internal sejumlah partai. PKB masih memimpin elektabilitas, tetapi Gerindra dan Golkar menunjukkan penguatan. Sementara itu, PDIP harus menerima kenyataan berada di bawah Golkar dalam survei terbaru Accurate Research and Consulting Indonesia (ARCI).
Direktur ARCI, Nanang Haromain, mengatakan perubahan preferensi pemilih tersebut tergambar dalam survei yang digelar pada 1–10 Agustus 2026.
PKB masih menjadi partai dengan elektabilitas tertinggi, yakni 22,5 persen. Namun, dominasi tersebut belum sepenuhnya aman karena jarak dengan partai-partai pesaing mulai menunjukkan dinamika baru.
Gerindra berada di posisi kedua dengan elektabilitas 14,4 persen, sedangkan Golkar menyusul dengan 9,1 persen. Penguatan dua partai tersebut menjadi sinyal bahwa persaingan politik Sidoarjo tidak lagi berjalan satu arah.
Golkar bahkan berhasil menempatkan diri di atas PDIP. Dalam survei yang sama, elektabilitas PDIP tercatat 8,3 persen.
Selisih tipis antara Golkar dan PDIP memperlihatkan persaingan ketat di papan tengah. Jika tren ini berlanjut, posisi PDIP di Sidoarjo berpotensi semakin tertekan, sementara Golkar memiliki ruang untuk memperlebar pengaruh politiknya.
Nanang menyebut dinamika internal partai menjadi salah satu faktor yang patut diperhatikan dalam membaca perubahan peta politik tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa survei ARCI tidak secara khusus menguji hubungan sebab-akibat antara suksesi kepemimpinan internal partai dan perubahan elektabilitas.
Dengan demikian, hasil survei ini tidak bisa langsung dijadikan bukti bahwa pergeseran angka elektabilitas semata-mata disebabkan oleh proses suksesi. Data tersebut lebih tepat dibaca sebagai potret preferensi politik masyarakat Sidoarjo saat survei dilakukan.
Survei ARCI melibatkan 800 responden, dengan margin of error sekitar ±3,5 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Konfigurasi elektabilitas PKB 22,5 persen, Gerindra 14,4 persen, Golkar 9,1 persen, dan PDIP 8,3 persen menunjukkan bahwa peta politik Sidoarjo sedang bergerak. PKB memang masih berada di puncak, tetapi penguatan Gerindra dan Golkar membuat persaingan semakin terbuka.
Di sisi lain, posisi PDIP yang berada di bawah Golkar menjadi alarm politik tersendiri. Partai tersebut perlu merespons perubahan preferensi pemilih, baik melalui penguatan organisasi, konsolidasi internal, maupun penajaman isu dan figur yang ditawarkan kepada publik.
Hasil survei Agustus 2026 belum dapat dianggap sebagai gambaran final kekuatan politik Sidoarjo. Elektabilitas masih bisa berubah dipengaruhi kinerja partai, popularitas figur, isu publik, soliditas organisasi, serta dinamika politik menjelang kontestasi berikutnya.
Sumber: Chanel sembilan/ Spektrum






