Beranda / Pemerintahan / Sekda Sidoarjo Fenny Apridawati Digeser Jadi Asisten III, Subandi Mutasi 10 Pejabat Eselon II

Sekda Sidoarjo Fenny Apridawati Digeser Jadi Asisten III, Subandi Mutasi 10 Pejabat Eselon II

baratapersada.com

Sidoarjo//  Bupati Sidoarjo Subandi kembali melakukan perombakan struktur birokrasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo. Sejumlah pejabat struktural eselon II, III dan IV serta pejabat fungsional resmi dilantik dan menempati jabatan baru, Rabu (26/8/2026).

Perubahan paling mencolok terjadi pada posisi Sekretaris Daerah (Sekda) Sidoarjo. Dr. Fenny Apridawati yang sebelumnya menduduki jabatan Sekda kini digeser menjadi Asisten III Administrasi Umum Pemkab Sidoarjo, posisi yang sebelumnya ditempati Benny Airlangga.

Dengan pergeseran tersebut, kursi Sekda Sidoarjo untuk sementara kosong. Bupati Subandi menyatakan akan menunjuk Pelaksana Tugas (Plt) Sekda untuk memastikan roda administrasi pemerintahan tetap berjalan.

Mutasi tersebut menjadi salah satu bagian dari penyegaran besar-besaran jajaran birokrasi Pemkab Sidoarjo. Sedikitnya terdapat 10 pejabat eselon II atau setingkat kepala dinas yang mengalami pergantian posisi.

Usai pelantikan, Bupati Subandi menegaskan bahwa rotasi dan mutasi merupakan bagian dari kebutuhan organisasi pemerintahan.

“Pelantikan hari ini merupakan kebutuhan lembaga atau organisasi Pemkab Sidoarjo. Mutasi sebagai hal yang biasa, disesuaikan sebagai bentuk adaptasi jalannya pemerintahan,” ujar Subandi, Rabu (26/8/2026).

10 Pejabat Eselon II Bergeser

Salah satu perubahan terjadi pada Benny Airlangga. Sebelumnya menjabat Asisten III Administrasi Umum, Benny kini dipercaya sebagai Kepala Dinas Perizinan dan Penanaman Modal serta Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Sidoarjo.

Sementara Ridho Prasetyo, yang sebelumnya menduduki jabatan tersebut, kini bergeser menjadi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sidoarjo.

Perubahan juga terjadi di sektor lingkungan. Arif Mulyono, yang sebelumnya menjabat staf ahli, kini dipercaya memimpin Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sidoarjo.

Kemudian Enny Rustiningsih bergeser dari jabatan Kepala Dinas Pangan dan Pertanian menjadi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sidoarjo.

Di sektor koperasi dan pertanian, terjadi pertukaran posisi. Chudlori, yang sebelumnya menjabat staf ahli, kini dilantik sebagai Kepala Dinas Koperasi Sidoarjo, menggantikan Eddy Kurniadi.

Eddy Kurniadi selanjutnya dipercaya menjadi Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Sidoarjo, menggantikan Enny Rustiningsih.

Sementara itu, Yudhi Iriyanto juga mengalami pergeseran. Dari sebelumnya menjabat Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Dispora) Sidoarjo, Yudhi kini dipercaya menjadi Kepala Badan Pelayanan Pajak Daerah (BPPD) Sidoarjo.

Posisi Kepala Dispora Sidoarjo yang ditinggalkan Yudhi kemudian ditempati Rudi Setyawan.

Perubahan berikutnya terjadi di sektor perpustakaan. Jabatan yang sebelumnya dipegang Rudi Setyawan kini dipercayakan kepada Happy Setyaning.

Rotasi Birokrasi dan Tantangan Pemerintahan

Perombakan tersebut tidak hanya sekadar pergantian nama dalam struktur pemerintahan. Setiap pejabat yang menempati posisi baru kini menghadapi tuntutan untuk segera beradaptasi dengan tugas, target, serta persoalan di masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD).

Terlebih, sejumlah posisi yang mengalami pergantian merupakan sektor strategis yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat, mulai dari pendidikan, pelayanan perizinan, lingkungan hidup, pajak daerah, pertanian, perdagangan hingga kepemudaan dan olahraga.

Di sisi lain, kosongnya jabatan definitif Sekda menjadi perhatian tersendiri. Sebagai motor penggerak administrasi pemerintahan daerah, Sekda memiliki posisi strategis dalam mengoordinasikan perangkat daerah sekaligus memastikan kebijakan kepala daerah dapat berjalan secara efektif.

Bupati Subandi memastikan kekosongan tersebut tidak akan menghambat jalannya pemerintahan. Penunjukan Plt Sekda akan dilakukan untuk menjaga kesinambungan administrasi pemerintahan Pemkab Sidoarjo.

Mutasi kali ini sekaligus menjadi ujian bagi jajaran pejabat yang baru dilantik. Masyarakat tentu berharap rotasi birokrasi tersebut benar-benar bermuara pada peningkatan kualitas pelayanan publik, percepatan pembangunan, serta pemerintahan yang semakin responsif terhadap kebutuhan warga Sidoarjo.

Sebab, pada akhirnya, pergantian jabatan bukan sekadar persoalan siapa menempati kursi apa. Ukuran keberhasilannya akan terlihat dari sejauh mana birokrasi mampu bekerja lebih cepat, melayani lebih baik, dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *