Beranda / Daerah / Dari Jalur Aspirasi DPR RI, 115 Mahasiswa UNUSIDA Mendapat Beasiswa KIP-Kuliah Rp8,42 Miliar

Dari Jalur Aspirasi DPR RI, 115 Mahasiswa UNUSIDA Mendapat Beasiswa KIP-Kuliah Rp8,42 Miliar

Penerima beasiswa meningkat dari 83 menjadi 115 mahasiswa. Bantuan mencakup pembebasan UKT hingga lulus sarjana dan biaya hidup Rp5,7 juta per semester.

Baratapersada.com

Sidoarjo // Peringatan Hari Santri Nasional tahun ini menjadi momentum penting bagi dunia pendidikan di Kabupaten Sidoarjo. Sebanyak 115 mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) mendapatkan bantuan Beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) melalui jalur aspirasi Anggota Komisi X DPR RI Fraksi Partai Nasdem, Lita Machfud Arifin, S.H., dengan total nilai bantuan mencapai Rp8.420.000.000 atau Rp8,42 miliar.

Program tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap mahasiswa dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi agar tetap mempunyai kesempatan mengenyam pendidikan tinggi tanpa harus terbebani persoalan biaya perkuliahan.

Kegiatan penyaluran beasiswa diawali dengan istigasah, doa bersama, dan sholawatan yang diikuti 115 mahasiswa penerima manfaat beserta wali mahasiswa. Suasana religius tersebut sekaligus menjadi ungkapan rasa syukur atas terbukanya kesempatan bagi para mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan hingga jenjang sarjana.

Bantuan yang diberikan bukan sekadar meringankan biaya kuliah, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam membangun kualitas sumber daya manusia di Sidoarjo.

Melalui program KIP-Kuliah tersebut, mahasiswa memperoleh pembebasan biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) hingga menyelesaikan pendidikan sarjana, serta bantuan biaya hidup sebesar Rp5,7 juta setiap semester selama delapan semester atau empat tahun.

Besaran total bantuan untuk masing-masing mahasiswa disesuaikan dengan akreditasi program studi, yakni Rp89,6 juta untuk akreditasi A, Rp77,6 juta untuk akreditasi B, dan Rp65,6 juta untuk akreditasi C.

Wakil Rektor III UNUSIDA: Beasiswa Ini Membuka Jalan bagi Mahasiswa Kurang Mampu

Wakil Rektor III UNUSIDA, Dr. H. Ali Masykuri, M.Pd.I., menyampaikan apresiasi kepada Lita Machfud Arifin beserta keluarga besar Partai NasDem atas perhatian dan dukungan terhadap keberlangsungan pendidikan tinggi di lingkungan UNUSIDA.

Menurutnya, persoalan ekonomi masih menjadi salah satu tantangan bagi sebagian keluarga dalam membiayai pendidikan anak hingga perguruan tinggi. Karena itu, hadirnya program beasiswa tersebut memberikan peluang lebih luas bagi mahasiswa yang memiliki semangat belajar tetapi terbentur keterbatasan finansial.

“Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ibu Lita Machfud Arifin, S.H. beserta keluarga besar Partai NasDem atas perhatian dan kepeduliannya terhadap pendidikan di UNUSIDA. Bantuan ini bukan hanya meringankan beban biaya kuliah, tetapi juga membuka kesempatan bagi anak-anak bangsa untuk meraih masa depan yang lebih baik,” ungkap Ali Masykuri.

Ia berharap dukungan terhadap pendidikan tersebut dapat terus berkesinambungan. Kepada mahasiswa penerima beasiswa, pihak kampus berpesan agar kesempatan yang telah diperoleh tidak disia-siakan.

Mahasiswa diharapkan mampu menjaga prestasi akademik, membangun karakter, serta mengembangkan kepedulian sosial sebagai bekal ketika kelak terjun ke tengah masyarakat.

Penerima Beasiswa Meningkat 38,6 Persen, Dimas Soroti Konsistensi Dukungan Pendidikan

Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Sidoarjo sekaligus Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Sidoarjo, Muh. Zakaria Dimas Pratama, S.Kom., mengungkapkan bahwa dukungan Lita Machfud Arifin terhadap pendidikan di UNUSIDA menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun.

Jika pada tahun sebelumnya terdapat 83 mahasiswa yang memperoleh Beasiswa KIP-Kuliah melalui jalur aspirasi Lita Machfud Arifin, tahun ini jumlahnya meningkat menjadi 115 mahasiswa. Artinya, terdapat penambahan 32 penerima atau sekitar 38,6 persen.

Tidak hanya melalui beasiswa, dukungan terhadap UNUSIDA juga diberikan lewat Program Penguatan Perguruan Tinggi Swasta (PP-PTS), berupa bantuan perangkat teknologi informasi untuk menunjang kegiatan pembelajaran dan pengembangan fasilitas kampus.

“Alhamdulillah, perhatian dan kontribusi Ibu Lita Machfud Arifin, S.H. untuk UNUSIDA terus meningkat. Tahun lalu sebanyak 83 mahasiswa mendapatkan Beasiswa KIP-Kuliah, dan tahun ini bertambah menjadi 115 mahasiswa. Belum lagi bantuan melalui program PP-PTS berupa perangkat teknologi informasi untuk mendukung pengembangan fasilitas pendidikan kampus,” jelas Dimas.

Dimas menilai, persoalan pendidikan tidak boleh hanya dipandang sebagai urusan akademik. Lebih dari itu, akses pendidikan merupakan persoalan sosial yang berkaitan langsung dengan masa depan keluarga dan kesempatan masyarakat untuk memperbaiki taraf kehidupannya.

Menurutnya, masih banyak orang tua yang harus bekerja keras agar anak-anaknya dapat melanjutkan pendidikan. Bahkan, tidak sedikit generasi muda yang terpaksa menunda atau mengubur cita-cita kuliah karena keterbatasan biaya.

“Bagi sebagian keluarga, menyekolahkan anak hingga perguruan tinggi bukan perkara mudah. Ada orang tua yang harus bekerja lebih keras, ada anak-anak yang hampir mengubur cita-citanya karena keterbatasan biaya. Karena itu, ketika kesempatan pendidikan hadir, sesungguhnya kita sedang membuka jalan bagi perubahan masa depan sebuah keluarga,” tuturnya.

Ia juga mengaitkan momentum Hari Santri Nasional dengan pentingnya melanjutkan perjuangan para santri melalui penguatan pendidikan dan peningkatan kualitas generasi muda.

“Kita ingin semakin banyak anak muda Sidoarjo yang memiliki kesempatan menjadi sarjana, berprestasi, dan kelak memberikan manfaat bagi masyarakat,” tambahnya.

Dimas menegaskan bahwa keberpihakan terhadap masyarakat harus dapat diwujudkan melalui program konkret yang manfaatnya benar-benar dirasakan.

“Politik tidak boleh hanya sibuk berbicara tentang kekuasaan, tetapi harus mampu menghadirkan perubahan dalam kehidupan masyarakat. Sebab, ukuran keberhasilan perjuangan politik bukan sekadar seberapa besar kewenangan yang dimiliki, melainkan seberapa banyak harapan rakyat yang mampu kita wujudkan,” tegasnya.

Asmawi: Penerima Beasiswa Akan Dikawal hingga Menyelesaikan Pendidikan

Sementara itu, Asmawi selaku Tenaga Ahli Lita Machfud Arifin, S.H., menjelaskan bahwa program KIP-Kuliah merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan dalam memperjuangkan pemerataan kesempatan pendidikan tinggi.

Ia menegaskan, perhatian terhadap mahasiswa penerima beasiswa tidak boleh berhenti pada proses penyaluran bantuan. Pengawalan dan pemantauan perkembangan akademik juga menjadi bagian penting agar program tersebut benar-benar menghasilkan manfaat.

“Kami tidak ingin sekadar menyalurkan bantuan kemudian selesai. Komitmen kami adalah mengawal para penerima manfaat hingga mereka lulus menjadi sarjana,” ujar Asmawi.

Ia menjelaskan, mahasiswa penerima beasiswa didorong untuk mempertahankan IPK minimal 3,00, aktif mengikuti organisasi kemahasiswaan, memiliki kepedulian sosial, serta terus mengembangkan prestasi akademik maupun non akademik.

Menurut Asmawi, keberhasilan program beasiswa tidak semata-mata diukur dari besarnya anggaran atau jumlah mahasiswa yang menerima bantuan. Ukuran yang lebih penting adalah keberhasilan mahasiswa menyelesaikan pendidikan dan mampu membangun kehidupan yang mandiri.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap anak muda yang memiliki semangat belajar dan potensi untuk berkembang tetap mendapatkan kesempatan menempuh pendidikan tinggi, tanpa harus terhalang kondisi ekonomi keluarganya,” jelasnya.

Ia berharap seluruh penerima beasiswa dapat menjaga kepercayaan yang telah diberikan dengan belajar sungguh-sungguh dan memanfaatkan fasilitas pendidikan secara bertanggung jawab.

Rp8,42 Miliar untuk Pendidikan, Harapan Baru bagi Masa Depan Sidoarjo

Penyaluran 115 Beasiswa KIP-Kuliah senilai Rp8,42 miliar tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap perluasan akses pendidikan tinggi di Kabupaten Sidoarjo.

Penyaluran 115 Beasiswa KIP-Kuliah senilai Rp8,42 miliar tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap perluasan akses pendidikan tinggi di Kabupaten Sidoarjo.

Bantuan pembiayaan hingga jenjang sarjana diharapkan mampu mengurangi beban ekonomi keluarga sekaligus memberikan ruang bagi mahasiswa untuk lebih fokus mengembangkan kemampuan, prestasi, kepemimpinan, dan karakter.

Dampak program ini diharapkan tidak hanya dirasakan oleh mahasiswa penerima beasiswa, tetapi juga oleh keluarga dan lingkungan sosial mereka. Sebab, pendidikan tinggi berpotensi membuka kesempatan kerja, meningkatkan kemandirian ekonomi, dan memperluas kontribusi seseorang terhadap masyarakat.

Dimas kembali menegaskan bahwa 115 mahasiswa penerima beasiswa tersebut membawa harapan besar bagi masa depan Sidoarjo.

“Hari ini mungkin yang kita perjuangkan adalah kesempatan bagi 115 anak muda untuk melanjutkan kuliah. Namun, beberapa tahun ke depan, kita berharap dari mereka lahir generasi yang mampu mengangkat derajat keluarganya, membanggakan orang tuanya, dan memberikan manfaat bagi banyak orang,” katanya.

Ia berharap semangat Hari Santri tidak berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan diwujudkan melalui kerja nyata dalam memperjuangkan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan.

“Karena sejatinya, kerja-kerja politik tidak boleh meninggalkan kerja-kerja kemanusiaan. Dan salah satu bentuk pengabdian terbaik adalah ketika kita mampu membuka jalan pendidikan bagi mereka yang sedang memperjuangkan masa depannya,” pungkas Dimas.

Program beasiswa tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa kesempatan pendidikan merupakan salah satu jalan penting untuk memutus rantai kemiskinan. Sebab, ketika seorang anak memperoleh kesempatan kuliah, harapan untuk mengubah masa depan tidak hanya tumbuh bagi dirinya sendiri, tetapi juga bagi keluarga yang selama ini berjuang mengantarkannya meraih cita-cita.

Wapimred :
Edi.S

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *