Beranda / Daerah / Ekonomi Bukan Penghalang Kuliah, 115 Mahasiswa UNUSIDA Terima Beasiswa Rp8,42 Miliar

Ekonomi Bukan Penghalang Kuliah, 115 Mahasiswa UNUSIDA Terima Beasiswa Rp8,42 Miliar

Baratapersada.com

Sidoarjo //Keterbatasan ekonomi tidak seharusnya menjadi tembok penghalang bagi generasi muda untuk meraih pendidikan tinggi. Sebanyak 115 mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) mendapatkan kesempatan melanjutkan pendidikan hingga sarjana melalui program beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) dengan total anggaran mencapai Rp8,42 miliar.

Bantuan tersebut disalurkan melalui jalur aspirasi Anggota Komisi X DPR RI Fraksi Partai NasDem, Lita Machfud Arifin, S.H. Program ini menjadi bentuk dukungan terhadap perluasan akses pendidikan, khususnya bagi mahasiswa yang berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi.

Tidak tanggung-tanggung, para penerima mendapatkan fasilitas pembebasan biaya pendidikan hingga menyelesaikan studi sarjana, disertai bantuan biaya hidup sebesar Rp5,7 juta setiap semester selama empat tahun.

Penyaluran beasiswa yang bertepatan dengan peringatan Hari Santri Nasional berlangsung khidmat. Rangkaian kegiatan diawali dengan istigasah, doa bersama, dan sholawatan yang diikuti mahasiswa penerima bantuan serta para wali mahasiswa.

Bagi mahasiswa penerima, bantuan tersebut memiliki arti lebih dari sekadar pembiayaan kuliah. Program ini membuka peluang untuk tetap mengejar cita-cita tanpa harus terus dihantui persoalan biaya pendidikan yang selama ini menjadi salah satu kendala bagi keluarga kurang mampu.

Wakil Rektor III UNUSIDA, Dr. H. Ali Masykuri, M.Pd.I., menyampaikan penghargaan atas perhatian Lita Machfud Arifin terhadap keberlangsungan pendidikan mahasiswa. Ia menilai dukungan melalui program KIP-K memberikan kesempatan lebih luas kepada calon sarjana dari keluarga kurang mampu untuk mengembangkan kemampuan dan meningkatkan kualitas hidup.

Menurutnya, bantuan pendidikan seperti ini memiliki arti strategis bagi perguruan tinggi karena dapat membantu mahasiswa mempertahankan keberlanjutan studi sekaligus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Peningkatan jumlah penerima juga menjadi catatan tersendiri. Ketua DPD Partai NasDem Sidoarjo, Muh. Zakaria Dimas Pratama, mengungkapkan bahwa pada 2025 jumlah mahasiswa penerima beasiswa tercatat sebanyak 83 orang. Tahun 2026 meningkat menjadi 115 orang.

Artinya, terdapat tambahan 32 mahasiswa atau mengalami kenaikan sekitar 38,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Selain memperoleh dukungan beasiswa KIP-K, UNUSIDA juga mendapatkan bantuan perangkat teknologi informasi melalui program PP-PTS. Bantuan tersebut diharapkan memperkuat fasilitas pembelajaran dan menunjang kebutuhan akademik mahasiswa di tengah perkembangan teknologi pendidikan.

Namun, penyaluran beasiswa bukanlah akhir dari tanggung jawab program. Tenaga Ahli Lita Machfud Arifin, Asmawi, menegaskan bahwa pihaknya akan terus memperhatikan perkembangan mahasiswa penerima hingga mereka berhasil menyelesaikan pendidikan.

Ia berharap seluruh penerima mampu menjaga prestasi akademik dengan target IPK minimal 3,00, aktif mengikuti kegiatan organisasi, serta mengukir prestasi di bidang akademik maupun nonakademik.

Jangan Biarkan Kemiskinan Memutus Kesempatan Mengenyam Pendidikan

Besarnya anggaran beasiswa Rp8,42 miliar untuk 115 mahasiswa UNUSIDA menjadi gambaran pentingnya dukungan terhadap pemerataan pendidikan. Sebab, persoalan biaya masih menjadi tantangan bagi sebagian keluarga yang ingin menyekolahkan anaknya hingga perguruan tinggi.

Kesempatan mendapatkan pendidikan tinggi semestinya terbuka berdasarkan kemampuan, kemauan, dan prestasi, bukan semata-mata ditentukan oleh kondisi ekonomi keluarga.

Momentum Hari Santri Nasional menjadi pengingat bahwa perjuangan membangun bangsa tidak cukup hanya melalui slogan dan seremoni. Peningkatan kualitas pendidikan, penguatan kapasitas generasi muda, serta keberpihakan terhadap masyarakat yang membutuhkan harus diwujudkan melalui program yang memberikan manfaat langsung.

Kini, 115 mahasiswa UNUSIDA memperoleh kesempatan untuk melangkah lebih jauh dalam dunia pendidikan. Tantangan berikutnya adalah membuktikan bahwa bantuan tersebut benar-benar menghasilkan lulusan berkualitas, mandiri, berdaya saing, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.

Sebab, investasi terbesar bagi masa depan bangsa bukan hanya membangun gedung dan infrastruktur, melainkan memastikan setiap generasi memiliki kesempatan yang adil untuk memperoleh pendidikan dan mengubah masa depannya.

Wapimred:

Edi S

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *