Sidoarjo, baratapersada.com. Warga Perumahan Harmoni Kota, Desa Grogol, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo, kembali mengeluhkan asap pembakaran sampah yang diduga berasal dari kawasan Perumahan Candi Pratama, Desa Durung Bedug, Kecamatan Candi. Asap disebut terbawa angin hingga masuk ke permukiman warga RT 02/RW 07 dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
Ketua RT 02/RW 07, Susilo Wahyudi, mengatakan persoalan tersebut bukan hal baru. Menurutnya, keluhan mengenai asap, bau, serta lalat telah berlangsung bertahun-tahun. Upaya komunikasi dan mediasi bahkan pernah dilakukan sekitar 2022, namun belum menghasilkan penyelesaian Padahal warga RT 02 RW 07 perumahan harmoni kota ada anak balita yang sakit, untuk bernafas memerlukan bantuan alat pernafasan.kalau aktivitas pembakaran sampah terus berlanjut, bagaimana nasib warga RT 02 RW 07 yang tiap hari menghirup udara yang sudah tercemar akibat pembakaran sampah tersebut.
“Dari pihak Candi Pratama tidak mau hadir, dan permasalahan asap berlanjut sampai sekarang,” ungkap Susilo.
Warga semakin mempertanyakan kondisi tersebut karena di Desa Durung Bedug telah tersedia fasilitas TPST. Mereka mempertanyakan mengapa masih terdapat aktivitas pengelolaan sampah di lingkungan perumahan yang berujung pada pembakaran, serta apakah pengelolaan tersebut telah memenuhi ketentuan yang berlaku.

Keluhan juga telah disampaikan kepada Pemerintah Desa Grogol. Kepala Desa Grogol, Titik Fidiyati, membenarkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Durung Bedug dan mengirimkan surat kepada Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Sidoarjo.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Kepala Desa Durung Bedug dan juga sudah bersurat ke DLHK Kabupaten Sidoarjo,” kata Titik.
Menurut Titik, petugas DLHK juga sempat datang ke lokasi untuk melihat kondisi tempat pengelolaan sampah. Namun, ia menyebut aktivitas pembakaran kembali terjadi setelah kunjungan tersebut.
“Sudah sempat dikunjungi tempat pembuangan sampah yang dibakar ala kadarnya, tapi tetap saja sampah tersebut dibakar setelah dikunjungi DLHK,” jelasnya.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas pengawasan pemerintah. Warga berharap pemerintah tidak hanya melakukan pengecekan, tetapi juga memberikan solusi konkret agar pembakaran sampah tidak kembali terjadi dan tidak berdampak kepada permukiman sekitar.
Untuk memenuhi prinsip keberimbangan, awak media telah menghubungi Kepala Desa Durung Bedug, H. M. Ishak, melalui WhatsApp terkait aktivitas pengelolaan dan pembakaran sampah tersebut. Namun hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan.
Warga Harmoni Kota berharap persoalan yang telah berlangsung bertahun-tahun segera diselesaikan secara serius. Mereka menginginkan lingkungan yang bersih dan udara yang bebas dari asap pembakaran sampah.
Kini warga menunggu tindakan nyata pemerintah, bukan sekadar kunjungan dan koordinasi.






