Sidoarjo,baratapersada.com. Di tengah derasnya arus informasi media sosial, masyarakat kembali diingatkan untuk tidak mudah percaya terhadap sebuah video yang beredar luas hanya karena potongannya terlihat meyakinkan.
Video Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), yang dinarasikan seolah-olah mengajak para petani meninggalkan budidaya padi dan mengubah lahan pertanian menjadi perkebunan kelapa sawit, menuai perhatian publik.
Namun, Ketua DPD PAN Sidoarjo, H. M. Khulaim Junaidi, menegaskan bahwa narasi tersebut menyesatkan. Menurutnya, video yang beredar merupakan potongan pernyataan yang tidak menampilkan konteks pembicaraan secara utuh sehingga berpotensi menggiring opini masyarakat ke arah yang keliru.
“Narasi yang menyebut Pak Zulhas mengajak petani mengubah sawah menjadi kebun sawit adalah hoaks. Video yang beredar merupakan potongan yang tidak utuh sehingga mengubah makna sebenarnya dari apa yang beliau sampaikan,” kata H. M. Khulaim Junaidi, Senin (10/8/2026).
Jangan Korbankan Ketahanan Pangan karena Potongan Narasi
Khulaim menilai isu tersebut perlu diluruskan agar masyarakat tidak terjebak pada kesimpulan yang dibangun hanya dari potongan video.
Ia menjelaskan, posisi Zulhas sebagai Menteri Koordinator Bidang Pangan justru berkaitan erat dengan upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan nasional. Berbagai kebijakan strategis diarahkan untuk meningkatkan produksi pangan, termasuk melalui pengembangan dan pembukaan lahan pertanian baru.
“Program yang dijalankan Pak Zulhas adalah memperkuat sektor pertanian melalui pengembangan lahan pertanian baru, peningkatan produktivitas, serta mendorong tercapainya swasembada pangan. Jadi sangat tidak masuk akal apabila beliau justru mengajak petani meninggalkan tanaman pangan,” terangnya.
Menurut Khulaim, pernyataan Zulhas dalam forum tersebut harus dilihat secara utuh. Ia menyebut substansi pernyataan itu merupakan kritik terhadap pola pikir yang hanya mengejar keuntungan ekonomi dalam jangka pendek, tetapi mengabaikan kepentingan strategis bangsa dalam menjaga ketersediaan pangan.
Dengan demikian, menurutnya, pernyataan tersebut tidak dapat dimaknai sebagai ajakan kepada petani untuk mengalihfungsikan sawah menjadi perkebunan kelapa sawit.
Isu Larangan Warung Dua Kilometer dari KDMP Juga Dibantah
Tidak hanya persoalan video Zulhas, Khulaim juga menyoroti informasi lain yang beredar di media sosial mengenai isu larangan masyarakat mendirikan kios, warung, maupun toko kelontong dalam radius dua kilometer dari Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).Ia dengan tegas membantah informasi tersebut.
“Tidak pernah ada kebijakan pemerintah yang melarang masyarakat membuka warung atau toko dalam radius tertentu dari Koperasi Desa Merah Putih. Informasi tersebut adalah hoaks yang dapat menyesatkan masyarakat,” tegasnya.
Menurutnya, informasi semacam itu perlu diluruskan agar tidak menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil yang menggantungkan kehidupan keluarganya dari aktivitas perdagangan sehari-hari.
Warung, kios dan toko kelontong merupakan bagian penting dari denyut ekonomi masyarakat. Karena itu, informasi yang tidak benar terkait keberadaan usaha masyarakat tidak seharusnya dibiarkan berkembang tanpa klarifikasi.
Masyarakat Diminta Tidak Mudah Terprovokasi
Khulaim mengingatkan bahwa perkembangan teknologi informasi seharusnya dimanfaatkan untuk memperkuat pengetahuan masyarakat, bukan justru menjadi ruang penyebaran informasi yang belum teruji kebenarannya.
Ia mengajak masyarakat untuk membiasakan diri melakukan verifikasi sebelum mempercayai maupun membagikan informasi. Terlebih ketika informasi tersebut menyangkut kebijakan pemerintah, kepentingan petani, ekonomi masyarakat, maupun program strategis nasional.
Menurutnya, masyarakat tidak perlu merasa menjadi orang pertama yang menyebarkan sebuah kabar. Jauh lebih penting memastikan bahwa informasi yang dibagikan benar dan tidak menimbulkan keresahan.
“Jangan mudah percaya hanya karena sebuah video ramai beredar. Periksa sumbernya, lihat konteksnya secara utuh dan pastikan informasi tersebut berasal dari sumber yang dapat dipertanggungjawabkan,” pesannya.
Sebagai Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulhas mengemban sejumlah tugas strategis pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, termasuk mendukung pencapaian swasembada pangan, mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis, memperkuat ketahanan pangan, energi dan air, serta mengawal pengembangan Koperasi Desa Merah Putih sebagai bagian dari penguatan ekonomi kerakyatan.
Di tengah agenda besar tersebut, Khulaim mengajak masyarakat untuk tidak membiarkan informasi yang tidak utuh menjadi sumber perpecahan maupun keresahan.
Sebab, satu potongan video yang dilepaskan dari konteksnya dapat membentuk persepsi yang berbeda. Begitu pula satu informasi palsu yang dibagikan berulang kali dapat dipercaya sebagai sebuah kebenaran.
Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk mengedepankan prinsip “saring sebelum sharing”.
“Jangan sampai kita ikut menyebarkan informasi palsu yang akhirnya merugikan masyarakat maupun mengganggu jalannya program-program pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan nasional. Mari kita bersama-sama menjaga ruang informasi agar tetap sehat dan mencerdaskan masyarakat,” pungkasnya.






