baratapersada.com
Sidoarjo// 28 Agustus 2026 – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum untuk kembali mengingat perjuangan dan keteladanan Rasulullah SAW. Pesan tersebut terasa dalam acara Maulid Nabi yang digelar Takmir Mushola Al Hidayah RT 18 RW 04, Desa Sarirogo, Kabupaten Sidoarjo.
Mengusung tema “Meneladani Sifat-Sifat Rasulullah dalam Kehidupan Sehari-hari”, kegiatan tersebut berlangsung penuh khidmat dan kekeluargaan. Tidak hanya diisi dengan pengajian dan pembacaan sholawat, acara juga dirangkai dengan santunan bagi anak yatim-piatu.
Sebelum acara inti dimulai, jamaah terlebih dahulu mengikuti pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an. Suasana kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Panitia sekaligus Ketua Takmir Mushola Al Hidayah, Irfan.
Dalam sambutannya, Irfan menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi kesempatan bagi seluruh jamaah untuk semakin mencintai Rasulullah SAW dan meneladani akhlaknya dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, sifat Rasulullah seperti kejujuran, amanah, kesabaran, kasih sayang dan kepedulian terhadap sesama merupakan nilai yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala Desa Sarirogo yang dalam kesempatan tersebut diwakili oleh perangkat desa.
Dalam sambutannya, perwakilan Pemerintah Desa Sarirogo mengapresiasi kegiatan Maulid Nabi yang diselenggarakan Takmir Mushola Al Hidayah. Kegiatan keagamaan seperti ini dinilai memiliki peran penting dalam mempererat silaturahmi sekaligus membangun kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Santunan Anak Yatim-Piatu

Suasana haru menyelimuti acara ketika memasuki rangkaian santunan anak yatim-piatu.
Santunan tersebut merupakan bentuk kepedulian dari para donatur yang turut mendukung kegiatan sosial dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Salah satu donatur yang ikut memberikan dukungan adalah PT Cakrawala Globalindo Persada.
Direktur PT Cakrawala Globalindo Persada, Hendra Setiawan, SH, berhalangan hadir dalam kegiatan tersebut. Penyerahan santunan kemudian diwakili oleh Pak Jhon kepada anak-anak yatim-piatu.
Pemberian santunan tersebut menjadi salah satu bentuk nyata bahwa peringatan Maulid Nabi bukan hanya tentang mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga bagaimana umat Islam menghidupkan nilai kasih sayang dan kepedulian kepada mereka yang membutuhkan.
Sholawat Menggema, Jamaah Bersatu dalam Doa
Setelah santunan, acara dilanjutkan dengan pembacaan sholawat Nabi yang dipandu oleh kelompok Banjari.
Lantunan sholawat yang menggema di Mushola Al Hidayah membuat suasana semakin khidmat. Jamaah bersama-sama bersholawat sebagai bentuk kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.
Rangkaian acara kemudian memasuki acara utama, yakni ceramah agama yang disampaikan oleh Gus Peyek.
Di hadapan jamaah, Gus Peyek menyampaikan tausiyah sesuai tema “Meneladani Sifat-Sifat Rasulullah dalam Kehidupan Sehari-hari.”
Dalam ceramahnya, Gus Peyek mengingatkan bahwa mencintai Rasulullah SAW tidak cukup hanya dengan memperbanyak sholawat dan menggelar peringatan Maulid. Kecintaan tersebut harus diwujudkan melalui perilaku dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut Gus Peyek, Rasulullah SAW merupakan teladan terbaik bagi umat manusia. Kejujuran, kesabaran, amanah, kasih sayang dan sikap rendah hati yang dimiliki Rasulullah harus menjadi contoh bagi umat Islam dalam menjalani kehidupan.
Ia juga mengajak jamaah untuk mulai menerapkan keteladanan Rasulullah dari lingkungan paling dekat, yakni keluarga.
“Ketika kita ingin meneladani Rasulullah, maka mulailah dari diri sendiri. Jaga ucapan, jaga perilaku, hormati orang tua, sayangi keluarga, peduli kepada tetangga dan jangan pernah lelah berbuat kebaikan,” pesan Gus Peyek dalam tausiyahnya.
Lebih lanjut, Gus Peyek mengingatkan bahwa kehidupan bermasyarakat membutuhkan sikap saling menghormati dan menjaga persaudaraan.
Menurutnya, perbedaan jangan sampai menjadi alasan untuk saling bermusuhan. Justru melalui keteladanan Rasulullah SAW, umat Islam diajarkan untuk membangun kehidupan yang penuh kasih sayang, persatuan dan kepedulian.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Mushola Al Hidayah RT 18 RW 04 Sarirogo tersebut akhirnya menjadi momentum spiritual sekaligus sosial bagi masyarakat.
Dari lantunan ayat suci Al-Qur’an, sholawat, tausiyah hingga santunan anak yatim-piatu, seluruh rangkaian kegiatan membawa satu pesan penting: mencintai Rasulullah SAW harus diwujudkan dengan meneladani akhlaknya dalam kehidupan nyata.
Semoga peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan tahunan, tetapi menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat untuk terus memperbaiki diri, mempererat persaudaraan dan menghadirkan nilai-nilai kasih sayang Rasulullah SAW di tengah kehidupan bermasyarakat.






