baratapersada.com
Sidoarjo//Bulan Rabiul Awal selalu menghadirkan suasana penuh cinta dan kerinduan bagi umat Islam. Pada 11 Rabiul Awal 1448 Hijriah, umat Muslim kembali memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, sebuah momentum untuk mengenang kelahiran manusia pilihan Allah SWT sekaligus meneladani akhlak mulia yang beliau wariskan kepada seluruh umat.
Peringatan Maulid Nabi bukan sekadar tradisi tahunan. Di balik lantunan shalawat, doa dan kisah perjuangan Rasulullah SAW, tersimpan pesan mendalam agar umat Islam mampu menghadirkan keteladanan beliau dalam kehidupan sehari-hari.
Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Sidoarjo, Kusumo Adi Nugroho, S.E., mengatakan bahwa Maulid Nabi harus menjadi momentum untuk melakukan introspeksi diri sekaligus memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW.
“Maulid Nabi bukan hanya tentang bagaimana kita mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi bagaimana kita mampu menghadirkan akhlak beliau dalam kehidupan. Kejujuran, kesabaran, amanah, kasih sayang dan kepedulian kepada sesama harus menjadi bagian dari kehidupan kita,” ujar Kusumo.
Menurutnya, Rasulullah SAW telah memberikan teladan yang begitu sempurna. Beliau mengajarkan bahwa kemuliaan seseorang bukan hanya dilihat dari kedudukan maupun harta yang dimiliki, tetapi dari akhlak dan seberapa besar manfaat yang mampu diberikan kepada orang lain.
Di tengah kehidupan masyarakat yang semakin dinamis, pesan tersebut dinilai semakin penting. Perbedaan pilihan, pandangan maupun latar belakang jangan sampai membuat masyarakat kehilangan rasa persaudaraan.
“Jangan sampai perbedaan membuat kita saling menjauh. Rasulullah SAW mengajarkan kepada kita tentang kasih sayang, persaudaraan dan kepedulian. Mari kita rawat persatuan, saling menghormati dan saling membantu,” ungkapnya.
Kusumo juga mengajak masyarakat Kabupaten Sidoarjo untuk menjadikan semangat Maulid Nabi sebagai energi positif dalam membangun daerah. Menurutnya, pembangunan tidak hanya berbicara tentang jalan, jembatan, ekonomi maupun fasilitas publik, tetapi juga tentang membangun manusia yang memiliki karakter dan akhlak.
“Sidoarjo membutuhkan masyarakat yang bukan hanya maju secara ekonomi, tetapi juga kuat dalam persaudaraan, peduli terhadap sesama dan menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran serta gotong royong,” tegasnya.
Ia memberikan perhatian khusus kepada generasi muda. Menurut Kusumo, anak-anak muda merupakan penerus bangsa yang harus dibekali bukan hanya dengan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga dengan pendidikan agama dan akhlak.
“Generasi muda adalah harapan kita. Mari kita ajarkan kepada mereka bahwa keberhasilan bukan hanya soal menjadi orang hebat, tetapi juga bagaimana menjadi manusia yang baik, jujur, rendah hati dan bermanfaat bagi orang lain,” katanya.
Kusumo berharap peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dapat menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara pemerintah, masyarakat dan seluruh elemen di Kabupaten Sidoarjo.
Ia juga mengajak masyarakat untuk memperbanyak shalawat dan doa, memperkuat silaturahmi serta membuka hati untuk saling memaafkan.
“Semoga di bulan yang penuh keberkahan ini, hati kita semakin dekat dengan Rasulullah SAW. Semoga keluarga kita diberikan ketenteraman, masyarakat Sidoarjo diberikan kedamaian, dan daerah kita senantiasa mendapatkan keberkahan serta perlindungan dari Allah SWT,” tuturnya.
“Selamat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 11 Rabiul Awal 1448 H. Mari kita jadikan cinta kepada Rasulullah bukan hanya di bibir melalui shalawat, tetapi kita buktikan melalui akhlak, kepedulian dan kebaikan yang kita berikan kepada sesama,” pungkas Kusumo.
Peringatan Maulid Nabi pada akhirnya menjadi sebuah pesan sederhana namun sangat dalam: jika kita mencintai Rasulullah SAW, maka mari hidupkan akhlaknya dalam kehidupan kita.
Karena sebaik-baik manusia bukanlah mereka yang hanya dikenal banyak orang, melainkan mereka yang kehadirannya membawa manfaat, ketenangan dan kebaikan bagi orang-orang di sekitarnya.






