Beranda / Bisnis / Merajut Rindu, Menjemput Harapan: Keluarga Besar UTJ Satukan Langkah Bangun UMKM Sidoarjo yang Tangguh dan Berdaya Saing

Merajut Rindu, Menjemput Harapan: Keluarga Besar UTJ Satukan Langkah Bangun UMKM Sidoarjo yang Tangguh dan Berdaya Saing

SIDOARJO//Barata persada.com    Keberhasilan sebuah komunitas tidak hanya diukur dari lamanya berdiri, tetapi dari kemampuannya menjaga kebersamaan dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Semangat itulah yang tergambar dalam Temu Kangen Keluarga Besar Unggul Terampil Jaya (UTJ) bertajuk “Bersama Merajut Rindu, Berkolaborasi untuk Maju Bersama”, yang digelar pada Selasa (28/7/2026) di Kampung Literasi Tapak Kali Bendo, RT 01 RW 01, Desa Tebel, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Sidoarjo.

Lebih dari sekadar ajang melepas rindu, pertemuan ini menjadi ruang lahirnya gagasan, mempererat persaudaraan, sekaligus memperkokoh sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan para pelaku UMKM dalam membangun ekonomi kerakyatan yang semakin kuat dan berkelanjutan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bidang Pengembangan Usaha Mikro Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sidoarjo, Danar Yanuastuti, S.T., Camat Gedangan Asmara Hadi, S.STP., M.Si., perwakilan Indogrosir, Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP), JNE, Bank Delta Artha, Kampung Kue, serta ratusan anggota dan keluarga besar UTJ yang datang dengan semangat kebersamaan.

Di sepanjang lokasi acara, puluhan stan UMKM menampilkan beragam produk unggulan hasil karya anggota UTJ. Aneka makanan olahan, minuman, produk kreatif, hingga kerajinan tangan menjadi bukti nyata bahwa pelaku UMKM Sidoarjo memiliki potensi besar untuk terus tumbuh apabila mendapat pendampingan, akses pasar, dan kolaborasi yang berkesinambungan.

Dalam sambutannya, Danar Yanuastuti menegaskan bahwa UMKM merupakan tulang punggung ekonomi daerah yang harus terus diperkuat melalui inovasi dan kolaborasi.

“Kami melihat UTJ bukan sekadar komunitas, tetapi sebuah keluarga besar yang mampu menjadi motor penggerak pemberdayaan ekonomi masyarakat. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo akan terus hadir melalui berbagai program pembinaan, peningkatan kapasitas, akses permodalan, digitalisasi usaha, hingga perluasan pasar. Kami berharap semangat kebersamaan seperti ini terus tumbuh, karena kemajuan UMKM tidak bisa dibangun sendiri, melainkan melalui sinergi semua pihak,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua UTJ, Pius Budi Hermanto, menyampaikan bahwa tema yang diusung memiliki makna mendalam. Baginya, merajut rindu bukan hanya mempertemukan kembali sahabat seperjuangan, tetapi juga menyatukan visi untuk saling menguatkan dalam menghadapi dinamika dunia usaha.

“UTJ lahir dari semangat kebersamaan. Hari ini kita berkumpul bukan sekadar bernostalgia, tetapi meneguhkan komitmen bahwa tidak ada anggota yang berjalan sendiri. Ketika satu usaha berkembang, maka seluruh keluarga besar ikut bangga. Ketika ada yang menghadapi kesulitan, kita hadir untuk saling menguatkan. Itulah makna kolaborasi yang sesungguhnya,” tutur Pius disambut tepuk tangan para peserta.

Ia menambahkan bahwa UTJ akan terus membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, lembaga pelatihan, dan sektor perbankan agar para pelaku UMKM mampu naik kelas dan bersaing di era digital.

Senada dengan hal tersebut, Camat Gedangan Asmara Hadi, S.STP., M.Si., memberikan apresiasi atas konsistensi UTJ dalam membangun semangat gotong royong di tengah masyarakat.

“Saya melihat energi positif yang luar biasa dalam keluarga besar UTJ. Ketika masyarakat saling mendukung, berbagi pengalaman, dan berkolaborasi, maka yang tumbuh bukan hanya usaha, tetapi juga rasa persaudaraan. Pemerintah Kecamatan Gedangan akan terus mendukung komunitas-komunitas produktif seperti UTJ karena inilah kekuatan ekonomi rakyat yang sesungguhnya,” ungkapnya.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada kebijakan pemerintah, melainkan juga pada masyarakat yang memiliki semangat untuk bergerak bersama dan menciptakan peluang ekonomi bagi lingkungan sekitarnya.

Di hadapan awak media, Bendahara UTJ, Ummu Haidar, mengaku bangga melihat kekompakan seluruh anggota yang tetap terjaga hingga saat ini.

“Kami percaya bahwa rezeki akan semakin luas ketika dibangun dengan kebersamaan. Temu kangen ini bukan hanya mengobati rasa rindu, tetapi juga menjadi energi baru untuk saling menginspirasi, berbagi ilmu, membuka peluang usaha, dan terus bertumbuh bersama. Harapan kami, UTJ menjadi rumah besar yang mampu melahirkan lebih banyak pelaku usaha yang mandiri, sukses, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,” tuturnya.

Suasana hangat penuh kekeluargaan begitu terasa sepanjang acara. Canda, tawa, dan pelukan antarsesama anggota berpadu dengan semangat memamerkan produk-produk unggulan UMKM yang menjadi kebanggaan masing-masing. Di balik setiap produk yang dipamerkan, tersimpan kisah perjuangan, kerja keras, dan harapan akan masa depan yang lebih baik.

Temu Kangen Keluarga Besar UTJ akhirnya menjadi bukti bahwa kekuatan sebuah komunitas bukan hanya terletak pada jumlah anggotanya, melainkan pada solidaritas, kepedulian, dan kemauan untuk tumbuh bersama. Dari Kampung Literasi Tapak Kali Bendo, semangat kolaborasi itu kembali digaungkan, bahwa ketika persaudaraan dirawat dan gotong royong dijadikan fondasi, maka UMKM akan semakin tangguh, ekonomi masyarakat akan semakin kokoh, dan harapan menuju Sidoarjo yang lebih maju bukan sekadar impian, melainkan sebuah tujuan yang terus diperjuangkan bersama.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *