
SURABAYA//Barata persada.com. Di tengah kesibukan dan tantangan kehidupan, masih ada orang-orang yang memilih mengabdikan diri untuk kemanusiaan. Semangat itulah yang terpancar dalam aksi donor darah bertajuk “Nyumbang Getih Tanpo Pamrih” yang digelar Organisasi Sosial Pertiwi Nusantara Bersatu (PNB) bersama RSUD Dr. Soetomo, BPJS Watch Cabang Surabaya, X, dan BG Junction, di Lantai UG BG Junction, Sabtu, mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai.
Kegiatan yang diikuti masyarakat dari berbagai kalangan tersebut bukan sekadar agenda sosial biasa. Di balik setiap kantong darah yang terkumpul, tersimpan harapan baru bagi pasien yang tengah berjuang antara hidup dan mati di rumah-rumah sakit.
Suasana penuh kehangatan dan kepedulian begitu terasa. Satu per satu warga datang dengan sukarela, mengulurkan lengannya tanpa mengharapkan imbalan apa pun. Mereka datang membawa satu niat yang sama, yakni menyelamatkan sesama manusia melalui setetes darah yang mungkin menjadi penentu kehidupan orang lain.
Yang paling mengundang rasa hormat adalah sosok Ketua Umum Pertiwi Nusantara Bersatu (PNB), Raden Ayu Hj. Sri Setyo Pertiwi. Meski kondisi kesehatannya sedang kurang baik, semangatnya untuk terus menggerakkan aksi kemanusiaan tidak pernah surut. Baginya, kepedulian kepada sesama tidak boleh berhenti hanya karena keterbatasan fisik.
Aksi donor darah ini pun menjadi bagian dari program sosial yang akan terus dilaksanakan secara rutin oleh PNB sebagai bentuk komitmen nyata dalam membantu memenuhi kebutuhan stok darah bagi masyarakat yang membutuhkan.

Dalam keterangannya kepada awak media di kediamannya , Raden Ayu Hj. Sri Setyo Pertiwi mengatakan bahwa kegiatan ini lahir dari panggilan hati untuk menumbuhkan budaya saling membantu di tengah masyarakat.
“Donor darah bukan hanya tentang memberikan darah, tetapi tentang memberikan kesempatan hidup kepada orang lain. Kita mungkin tidak pernah mengenal siapa yang menerima darah kita, tetapi kita yakin bahwa setiap tetes darah yang kita sumbangkan adalah doa, harapan, dan kasih sayang untuk sesama. Itulah makna ‘Nyumbang Getih Tanpo Pamrih’, memberi dengan tulus tanpa mengharapkan imbalan,” pungkasnya.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat agar tidak ragu menjadi pendonor darah secara rutin karena manfaatnya sangat besar, baik bagi penerima maupun bagi kesehatan pendonor sendiri.
“Walaupun kondisi kesehatan saya belum sepenuhnya pulih, saya tetap ingin hadir dan memastikan gerakan kemanusiaan ini terus berjalan. Saya percaya, kebaikan tidak boleh menunggu kita sempurna. Selama masih bisa berbuat untuk sesama, maka itulah yang harus kita lakukan. Semoga kegiatan ini menjadi inspirasi agar semakin banyak masyarakat yang peduli dan mau berbagi demi menyelamatkan nyawa orang lain,” tuturnya penuh haru.
Raden Ayu Hj. Sri Setyo Pertiwi juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi menyukseskan kegiatan ini, khususnya RSUD Dr. Soetomo, BPJS Watch Cabang Surabaya, BG Junction, seluruh tenaga medis, relawan, serta masyarakat yang telah meluangkan waktu untuk mendonorkan darahnya.
Aksi “Nyumbang Getih Tanpo Pamrih” menjadi bukti bahwa nilai-nilai gotong royong dan kepedulian masih hidup di tengah masyarakat. Sebab, setetes darah yang diberikan dengan tulus bukan hanya mengalir di dalam tubuh seseorang, tetapi juga menghidupkan harapan, menyambung napas kehidupan, dan menjadi saksi bahwa kemanusiaan akan selalu menemukan jalannya melalui tangan-tangan yang ikhlas membantu sesama.




