BAZNAS Sidoarjo menyalurkan kursi roda kepada Samian dan Mbah Sentiri di Desa Kedondong, Tulangan, sebagai dukungan bagi warga dengan keterbatasan mobilitas.
Baratapersada.com
Sidoarjo // Kepedulian terhadap masyarakat yang menghadapi keterbatasan fisik kembali diwujudkan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sidoarjo. Pada Senin (26/10/2026), BAZNAS menyalurkan bantuan kursi roda kepada dua warga Desa Kedondong, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo, yakni Samian (61) dan Mbah Sentiri (84).
Bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian nyata bagi warga yang membutuhkan dukungan untuk menjalani aktivitas sehari-hari. Di tengah kondisi kesehatan yang membatasi ruang gerak, kehadiran kursi roda diharapkan dapat memberikan kemudahan mobilitas sekaligus membantu meningkatkan kualitas hidup kedua penerima manfaat.
Bagi Samian, perjuangan menghadapi keterbatasan fisik telah berlangsung sekitar dua bulan. Setelah mengalami musibah di kamar mandi dan menderita stroke, ia tidak lagi mampu berjalan seperti sebelumnya. Aktivitas sehari-harinya pun menjadi sangat terbatas dan lebih banyak dihabiskan di tempat tidur.
Sementara itu, Mbah Sentiri yang kini berusia 84 tahun juga menghadapi kesulitan bergerak akibat kondisi fisik di usia lanjut. Keterbatasan tersebut membuat aktivitas sederhana yang sebelumnya dapat dilakukan menjadi semakin sulit.

Kondisi kedua warga itu menunjukkan bahwa persoalan kesehatan bukan hanya menyangkut kondisi fisik, tetapi juga berdampak pada kemandirian, kenyamanan hidup, serta beban keluarga yang mendampingi mereka setiap hari.
Di tengah situasi tersebut, bantuan kursi roda menjadi dukungan yang berarti. Meski tidak serta-merta menghilangkan persoalan kesehatan yang dihadapi, bantuan ini diharapkan dapat membuka ruang gerak yang lebih baik dan membantu kedua warga menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih nyaman.
BAZNAS Hadir Langsung, Kepedulian Tak Berhenti pada Kata-Kata
Penyaluran bantuan dilakukan langsung oleh staf pelaksana BAZNAS Kabupaten Sidoarjo, yakni M. Sofwan, Mulyono, dan Dani P. Kegiatan tersebut turut didampingi Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Tulangan serta Kepala Desa Kedondong, Jamali.
Kehadiran para petugas hingga ke rumah penerima manfaat menjadi bagian penting dari upaya mendekatkan pelayanan sosial kepada masyarakat yang membutuhkan. Bantuan tidak hanya diserahkan secara administratif, tetapi juga dihadirkan langsung kepada warga yang menghadapi keterbatasan dalam menjalankan aktivitasnya.

Kepala Desa Kedondong, Jamali, menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS Kabupaten Sidoarjo atas perhatian yang diberikan kepada dua warganya tersebut.
“Atas nama Pemerintah Desa Kedondong, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada BAZNAS Kabupaten Sidoarjo. Bantuan kursi roda ini sangat berarti bagi Bapak Samian dan Mbah Sentiri yang selama ini mengalami kesulitan mobilitas. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban keluarga dan membantu keduanya menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih baik,” ungkap Jamali.
Menurutnya, sinergi antara lembaga pengelola zakat, pemerintah desa, dan unsur kesejahteraan sosial sangat dibutuhkan agar warga yang berada dalam kondisi rentan tidak luput dari perhatian.
Kepedulian seperti ini menjadi pengingat bahwa masyarakat yang sedang menghadapi ujian kesehatan membutuhkan lebih dari sekadar simpati. Mereka memerlukan dukungan konkret yang sesuai dengan kebutuhan, sehingga beban yang ditanggung dapat diringankan.
Zakat Harus Memberikan Manfaat Nyata bagi Masyarakat
Staf pelaksana BAZNAS Kabupaten Sidoarjo, M. Sofwan, menegaskan bahwa zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan masyarakat harus menjadi sumber kebaikan yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh mereka yang membutuhkan.
“Zakat yang ditunaikan para muzaki di Sidoarjo merupakan energi kebaikan yang nyata. Hari ini, kita melihat bagaimana bantuan kursi roda dapat membantu Bapak Samian dan Mbah Sentiri menghadapi keterbatasan mobilitas. Kami berharap bantuan ini membawa manfaat bagi penerima, meringankan beban keluarga, dan menjadi amal jariyah bagi semua pihak yang turut berkontribusi,” tutur M. Sofwan.
Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya penyaluran zakat yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Dana yang dihimpun dari para muzaki memiliki peran strategis dalam mendukung kelompok rentan, termasuk warga lanjut usia dan masyarakat yang mengalami keterbatasan fisik.
Kepercayaan masyarakat kepada lembaga pengelola zakat juga perlu dijawab melalui pengelolaan yang amanah, penyaluran yang tepat sasaran, serta manfaat yang benar-benar dirasakan penerima bantuan.
Dalam konteks ini, kursi roda yang disalurkan kepada Samian dan Mbah Sentiri bukan semata-mata bantuan berupa barang. Bantuan tersebut merupakan bagian dari ikhtiar untuk menjaga martabat manusia, membantu keluarga yang merawat, dan memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat.
Jangan Biarkan Warga Rentan Menghadapi Kesulitan Sendirian
Kisah dari Desa Kedondong menjadi gambaran bahwa masih ada warga yang membutuhkan perhatian lebih dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Keterbatasan fisik, usia lanjut, dan kondisi kesehatan dapat membuat seseorang semakin bergantung pada bantuan orang lain.
Karena itu, kehadiran lembaga sosial dan pemerintah di tingkat lokal memiliki arti penting. Sinergi yang terbangun dapat membantu memastikan kebutuhan warga teridentifikasi dan bantuan dapat menjangkau mereka yang benar-benar membutuhkan.
Bagi Samian dan Mbah Sentiri, bantuan kursi roda tersebut diharapkan menjadi sarana pendukung untuk mempermudah mobilitas sesuai kondisi masing-masing. Bagi keluarga, bantuan ini juga diharapkan memberikan kemudahan dalam mendampingi aktivitas sehari-hari.
Langkah yang dilakukan BAZNAS Kabupaten Sidoarjo sekaligus menegaskan bahwa kepedulian sosial harus diwujudkan melalui tindakan nyata, bukan berhenti pada imbauan atau ungkapan keprihatinan.
Pada akhirnya, keberhasilan sebuah program kemanusiaan tidak hanya diukur dari jumlah bantuan yang disalurkan, tetapi juga dari sejauh mana bantuan itu menjawab kebutuhan masyarakat dan memberikan perubahan positif dalam kehidupan penerimanya.
Dari Desa Kedondong, pesan kemanusiaan itu kembali ditegaskan: ketika kepedulian diwujudkan melalui tindakan, warga yang menghadapi keterbatasan memiliki kesempatan untuk menjalani hari-hari mereka dengan lebih baik dan bermartabat.
Baratapersada.com, Mengabarkan Fakta, Mengawal Kepedulian.
Wapimred :
Edi Susanto






