Beranda / Nasional / Empat Tahun Menanti, Jembatan Kedungbanteng Akhirnya Dibangun Berkat Dana Pribadi Wabup Mimik Idayana

Empat Tahun Menanti, Jembatan Kedungbanteng Akhirnya Dibangun Berkat Dana Pribadi Wabup Mimik Idayana

SIDOARJO//Barata persada.com.    Harapan yang selama bertahun-tahun menggantung akhirnya mulai terjawab. Masyarakat Desa Kedungbanteng, Kecamatan Tanggulangin, dan Desa Balongdowo, Kecamatan Candi, kini dapat kembali menatap masa depan dengan optimistis setelah pembangunan jembatan penghubung kedua desa resmi memasuki tahap konstruksi.

Pembangunan yang telah lama dinantikan itu diwujudkan melalui inisiatif Wakil Bupati Sidoarjo, Hj. Mimik Idayana, S.AP., yang memutuskan menggunakan dana pribadinya agar masyarakat tidak terus menunggu realisasi pembangunan yang selama kurang lebih empat tahun belum juga terlaksana.

Rabu (22/7/2026), proses pembangunan memasuki tahapan penting dengan dimulainya pemasangan box culvert, yang akan menjadi bagian utama struktur jembatan. Tahap ini menjadi tonggak awal hadirnya kembali akses yang selama ini sangat dibutuhkan masyarakat.

Sebelum box culvert dipasang, berbagai pekerjaan pendukung telah dilakukan secara bergotong royong bersama warga. Mulai dari pemasangan trucuk bambu sebagai pondasi awal, pembuatan tanggul sementara, hingga penyedotan air di lokasi proyek agar proses pembangunan dapat berjalan aman dan lancar.

Di sela peninjauannya, Mimik Idayana mengungkapkan bahwa keputusannya membiayai pembangunan tersebut lahir dari kepeduliannya terhadap kebutuhan masyarakat yang sudah terlalu lama menantikan keberadaan jembatan.

“Jembatan ini sudah diusulkan sekitar empat tahun, tetapi belum juga terealisasi. Saya tidak ingin masyarakat terus menunggu. Karena itu saya berinisiatif membantu agar jembatan ini segera selesai dan bisa dimanfaatkan warga,” tutur Mimik.

Bagi warga, jembatan tersebut bukan sekadar bangunan fisik. Lebih dari itu, jembatan menjadi penghubung kehidupan. Selama akses terputus, mobilitas masyarakat terganggu, aktivitas ekonomi melambat, anak-anak harus menempuh perjalanan lebih jauh menuju sekolah, dan para petani maupun pelaku usaha harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk mengangkut hasil usahanya.

Kehadiran Wakil Bupati di lokasi pembangunan juga membawa kebahagiaan tersendiri. Selain memastikan pekerjaan berjalan sesuai rencana, Mimik membagikan minyak goreng kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian terhadap warga sekitar.

Suasana penuh keakraban pun tercipta. Senyum dan rasa syukur terpancar dari wajah warga yang berkali-kali mengucapkan, “Maturnuwun, Bu Mimik,” sebagai ungkapan terima kasih atas perhatian dan tindakan nyata yang mereka rasakan secara langsung.

Masyarakat kini berharap proses pembangunan dapat berlangsung sesuai target hingga jembatan segera dapat difungsikan. Dengan selesainya proyek tersebut, akses transportasi diharapkan kembali normal, aktivitas perekonomian semakin menggeliat, serta hubungan sosial dan mobilitas warga antarwilayah kembali pulih.

Bagi masyarakat Kedungbanteng dan Balongdowo, dimulainya pembangunan ini bukan hanya tentang berdirinya sebuah jembatan. Lebih dari itu, pembangunan tersebut menjadi simbol hadirnya kepedulian, gotong royong, dan harapan baru bahwa setiap kesulitan dapat diatasi ketika pemimpin dan masyarakat berjalan bersama demi kepentingan bersama.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *