baratapersada.com
Sidoarjo//Kemerdekaan tidak selalu harus dirayakan dengan sesuatu yang besar dan mewah. Terkadang, kemerdekaan justru terasa paling dekat ketika warga duduk bersama, mengangkat barang bersama, memasang dekorasi bersama, dan bekerja tanpa menghitung siapa yang paling banyak berbuat.
Pemandangan penuh kebersamaan itulah yang terlihat di lingkungan RT 02 RW 03 Desa Tulangan, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo. Menjelang pelaksanaan jalan sehat dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, Karang Taruna bersama warga bergotong royong mempersiapkan dan mendekorasi panggung yang akan menjadi salah satu pusat kegiatan.
Dengan peralatan sederhana dan semangat yang luar biasa, para pemuda Karang Taruna bahu-membahu menata panggung. Ada yang memasang dekorasi, mengatur perlengkapan, membersihkan area hingga memastikan seluruh kebutuhan acara dapat dipersiapkan dengan baik.
Tidak ada sekat antara tua dan muda. Tidak ada perhitungan mengenai siapa yang harus bekerja lebih banyak. Semuanya bergerak dengan satu tujuan, yakni menyukseskan kegiatan bersama sekaligus merawat kebersamaan warga.
Bagi masyarakat RT 02 RW 03, kegiatan tersebut bukan hanya persoalan mempersiapkan sebuah panggung. Lebih dari itu, gotong royong menjadi pengingat bahwa kemerdekaan yang diwariskan para pahlawan harus terus diisi dengan persatuan, kepedulian dan kebersamaan.

Ketua RT 02 RW 03 Desa Tulangan, Abdul Rosyid, menyampaikan apresiasi atas kekompakan warga dan semangat para pemuda Karang Taruna.
Menurutnya, kekuatan sebuah lingkungan bukan hanya terletak pada fasilitas yang dimiliki, tetapi pada seberapa kuat warganya menjaga rasa persaudaraan.
“Kami sangat bersyukur melihat kekompakan warga dan anak-anak muda. Mereka dengan ikhlas meluangkan waktu dan tenaga untuk mempersiapkan kegiatan ini. Bagi kami, inilah makna kemerdekaan yang sesungguhnya, ketika masyarakat masih mau bergandengan tangan dan bekerja bersama,” ujar Abdul Rosyid.
Ia berharap semangat tersebut tidak berhenti setelah peringatan HUT RI ke-81 selesai. Menurutnya, budaya gotong royong harus terus hidup dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.
“Jangan sampai gotong royong hanya muncul ketika ada acara. Kita berharap kebersamaan ini terus dijaga dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.
“Kami ingin anak-anak muda tidak hanya menjadi penonton dalam setiap kegiatan di lingkungan. Kami ingin ikut bergerak, ikut bekerja dan ikut memberikan manfaat. Kalau dikerjakan bersama-sama, pekerjaan yang berat terasa ringan dan yang paling penting adalah kebersamaan,” ungkap Aris.

Aris menuturkan, persiapan jalan sehat juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan antarwarga. Sebab, di tengah kesibukan masing-masing, kegiatan seperti ini memberikan ruang bagi masyarakat untuk kembali berkumpul, bercengkerama dan saling mengenal.
“Yang kami bangun bukan hanya panggung untuk acara jalan sehat. Kami juga sedang membangun rasa persaudaraan,” tegasnya.
Di sisi lain, Pembina Karang Taruna RT 02 RW 03 Desa Tulangan, Lailil Luhul Mahfudloh, S.Pd, memberikan apresiasi terhadap semangat para pemuda yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
Menurutnya, gotong royong merupakan salah satu nilai luhur bangsa Indonesia yang harus diwariskan kepada generasi berikutnya.
“Saya sangat mengapresiasi semangat anak-anak muda dan warga. Mereka belajar bahwa sebuah kegiatan akan menjadi lebih bermakna ketika dikerjakan dengan kebersamaan. Gotong royong mengajarkan kita untuk saling membantu, saling menghargai dan tidak mementingkan diri sendiri,” tutur Lailil Luhul Mahfudloh.
Ia berharap momentum HUT Kemerdekaan RI ke-81 dapat menjadi sarana bagi generasi muda untuk semakin mencintai lingkungan, menghormati perjuangan para pahlawan dan mengisi kemerdekaan melalui kegiatan-kegiatan yang positif.
“Generasi muda adalah penerus bangsa. Kalau semangat kebersamaan seperti ini terus tumbuh, insyaallah nilai persatuan tidak akan hilang meskipun zaman terus berubah,” imbuhnya.
Suasana gotong royong pun berlangsung penuh keakraban. Keringat yang menetes seolah tidak terasa karena digantikan oleh canda, tawa dan rasa kebersamaan.
Di balik panggung yang sedang dihias, sesungguhnya terdapat cerita yang jauh lebih besar: cerita tentang warga yang masih peduli, pemuda yang mau turun tangan, dan sebuah lingkungan yang masih menjaga tradisi gotong royong.
Jalan sehat nantinya bukan hanya menjadi kegiatan untuk menjaga kesehatan tubuh. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang untuk mempertemukan hati dan mempererat tali silaturahmi seluruh warga RT 02 RW 03 Desa Tulangan.
Karena pada akhirnya, kemerdekaan bukan hanya tentang bendera yang berkibar di langit, tetapi juga tentang tangan-tangan yang saling membantu, hati yang saling peduli, dan masyarakat yang tetap berdiri bersama.
Semangat itulah yang kini terus dirawat warga RT 02 RW 03 Desa Tulangan dalam menyambut HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.
Jurnalis: Septian






