Beranda / Nasional / Khidmah Tanpa Batas, PKB Sidoarjo Buka Posko Gratis di Muktamar NU ke-35: “Datang untuk Istirahat, Pulang Membawa Berkah”

Khidmah Tanpa Batas, PKB Sidoarjo Buka Posko Gratis di Muktamar NU ke-35: “Datang untuk Istirahat, Pulang Membawa Berkah”

baratapersada.com

Jombang// Muktamar NU ke-35 di Jombang bukan sekadar menjadi momentum penting bagi Nahdlatul Ulama, tetapi juga menjadi ruang bertemunya jutaan doa, harapan, persaudaraan, dan semangat pengabdian warga Nahdliyin dari berbagai penjuru.

Di tengah hiruk-pikuk perhelatan besar tersebut, DPC PKB Kabupaten Sidoarjo memilih hadir dengan cara yang sederhana, namun sarat makna. Mengusung semangat “Khidmah PKB untuk NU, Menjemput Berkah di Muktamar NU ke-35”, PKB Sidoarjo membuka posko pelayanan gratis bagi para peserta, penggembira, kader NU, maupun masyarakat yang datang ke Jombang.

Posko tersebut berada di Jalan Garuda Nomor 10, Tambak Rejo, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang. Selama rangkaian kegiatan Muktamar, posko ini disiapkan menjadi tempat singgah bagi siapa saja yang membutuhkan.

Bukan kemewahan yang ditawarkan, melainkan ketulusan dalam melayani.

Para pengunjung dapat menikmati berbagai fasilitas secara gratis, mulai dari pijat gratis, bekam gratis, pemeriksaan kesehatan gratis, kopi dan snack gratis, hingga tempat istirahat gratis. Bahkan tersedia ruang untuk sekadar duduk santai, berbincang, bercanda, dan melepas penat setelah mengikuti berbagai kegiatan Muktamar.

Bagi PKB Sidoarjo, secangkir kopi, sepiring snack, tempat untuk merebahkan badan, atau layanan kesehatan mungkin terlihat sederhana. Namun di tengah perjalanan panjang para penggembira Muktamar, hal-hal kecil tersebut bisa menjadi bentuk perhatian yang sangat berarti.

Karena terkadang, sebuah pengabdian tidak harus dimulai dari sesuatu yang besar. Cukup dengan membuka pintu, menyediakan tempat duduk, menyuguhkan secangkir kopi dan berkata: “Silakan istirahat, panjenengan sudah jauh-jauh datang.”

Ketua DPC PKB Kabupaten Sidoarjo, H. Rizza Ali Faizin, M.Pd.I, yang akrab disapa Gus Rizza, menegaskan bahwa kehadiran Posko PKB Sidoarjo merupakan bagian dari ikhtiar untuk terus menjaga tradisi khidmah kepada NU dan masyarakat.

“Kami ingin hadir bukan hanya dengan kata-kata, tetapi dengan pelayanan nyata. Muktamar NU adalah momentum besar bagi seluruh Nahdliyin. Karena itu, kami dari PKB Sidoarjo ingin ikut memberikan manfaat, meskipun melalui hal-hal sederhana,” ujar Gus Rizza.

Menurut Gus Rizza, posko tersebut sengaja dibuat terbuka bagi siapa saja. Tidak perlu menjadi kader PKB, tidak perlu membawa atribut tertentu, dan tidak perlu merasa sungkan untuk datang.

“Silakan siapa saja datang. Mau pijat, bekam, cek kesehatan, ngopi, makan snack, atau sekadar istirahat, semuanya gratis. Kami ingin siapa pun yang datang ke sini merasa seperti sedang bertamu ke rumah saudara sendiri,” katanya.

Gus Rizza menambahkan, posko tersebut juga menjadi ruang silaturahmi. Para pengunjung dapat bertemu, bercengkerama, berbagi cerita, dan membangun persaudaraan.

Dengan nada bercanda, Gus Rizza menyebut posko tersebut juga menyediakan “free tempat ghibah”.

“Tentu ghibahnya yang positif, ngobrol santai, bertukar cerita, membahas umat, membahas NU, dan mencari jalan terbaik untuk kemaslahatan masyarakat. Jangan lupa, ghibahnya sambil ngopi,” ujarnya disambut senyum.

Namun di balik candaan tersebut, tersimpan pesan yang cukup dalam. Posko PKB Sidoarjo ingin menjadi tempat bertemunya hati-hati yang datang dari berbagai daerah dengan satu semangat yang sama, yakni merawat persaudaraan dan memberikan manfaat bagi sesama.

Muktamar NU ke-35 menjadi saksi bahwa khidmah tidak selalu harus dilakukan melalui panggung besar. Khidmah bisa hadir ketika seseorang membantu orang lain yang kelelahan, memeriksa kesehatan warga yang membutuhkan, memijat kaki jamaah yang pegal, memberikan segelas kopi kepada musafir, atau sekadar menyediakan tempat untuk melepas lelah.

Di situlah nilai sebuah pengabdian menemukan maknanya.

Gus Rizza berharap Posko PKB Sidoarjo dapat menjadi bagian kecil dari sejarah Muktamar NU ke-35 yang meninggalkan kesan baik di hati masyarakat.

“Semoga apa yang kami lakukan ini menjadi amal kebaikan dan membawa berkah. Kami tidak berharap banyak. Cukup ketika ada orang datang dalam keadaan lelah, kemudian bisa beristirahat dengan nyaman dan pulang dalam keadaan lebih segar serta membawa kenangan baik. Itu sudah menjadi kebahagiaan bagi kami,” ungkapnya.

Ia juga mengajak seluruh warga Nahdliyin yang hadir di Jombang untuk tidak ragu mampir ke Posko PKB Sidoarjo.

“Mari kita jadikan Muktamar ini sebagai momentum memperkuat persaudaraan. Datanglah ke Posko PKB Sidoarjo. Pintu kami terbuka untuk semuanya. Mari ngopi, istirahat, ngobrol, saling mendoakan dan bersama-sama menjemput berkah,” pungkas Gus Rizza.

Pada akhirnya, Muktamar NU bukan hanya tentang siapa yang datang dan apa yang diputuskan. Lebih dari itu, Muktamar adalah tentang bagaimana persaudaraan dirawat, bagaimana kepedulian ditumbuhkan, dan bagaimana setiap langkah kecil bisa menjadi bagian dari khidmah untuk umat.

Dan dari sebuah posko sederhana di Jalan Garuda Nomor 10 Jombang, PKB Sidoarjo ingin menyampaikan pesan sederhana:

“Kami hadir untuk melayani. Kami datang untuk berkhidmah. Semoga setiap lelah menjadi ibadah, setiap pertemuan menjadi persaudaraan, dan setiap kebaikan menjadi berkah.”

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *